Rizky, Fahmi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Produksi, Branding, dan Legalitas Produk Selai Halal berbasis Kolaborasi Multidisipliner KKN Sanjaya, Galuh; Rizky, Fahmi; Ismisalis, Asyifa; Triandini, Triandini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31374

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan lintas disiplin untuk menjawab permasalahan lokal. Kegiatan KKN di Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi produk pangan bernilai tambah berupa selai halal. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam setiap tahapan, mulai dari identifikasi masalah, pelatihan produksi, pendampingan branding, hingga legalitas produk. Tahapan produksi dilakukan melalui persiapan bahan, pencucian, perebusan, penghancuran, dan pemasakan, sehingga menghasilkan selai dengan tekstur lembut, rasa manis, serta daya simpan lebih lama. Selanjutnya, masyarakat diberikan pendampingan dalam pembuatan desain kemasan, label, dan logo untuk memperkuat identitas produk, serta sosialisasi legalitas mencakup perizinan PIRT, sertifikasi halal, dan izin edar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan produksi, kesadaran higienitas, pemahaman branding, dan pengetahuan tentang pentingnya legalitas produk. Inovasi selai kulit pisang terbukti mampu mengurangi limbah organik sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi, serta berpotensi menjadi produk pangan lokal yang sehat, ramah lingkungan, dan berdaya saing. Dengan demikian, program KKN ini tidak hanya menghasilkan inovasi produk, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui kolaborasi multidisipliner yang berkelanjutan.