Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI SIFAT FISIK TANAH PADA KEDALAMAN YANG BERBEDA DI WILAYAH LIKUIFAKSI DI DESA JONO OGE Makmun, Muhamad Sukron; Pata’dungan, Yosep Soge; Toana, Moh Rizqi Chaldun
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i4.2687

Abstract

empa dapat mengakibatkan likuifaksi pada tanah yang berpasir dan jenuh air serta longsor, karena tanah kehilangan kekuatan terhadap gaya gesek tanah, akibatnya gempa dapat menyebabkan terjadinya longsor, kehilangan kekuatan daya dukung fondasi, dan penurunan fondasi yang berlebihan. Sifat fisik tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman karena akan menentukan penetrasi akar di dalam tanah, kemampuan tanah menahan air, drainase, aerasi tanah dan ketersediaan unsur hara tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat fisik tanah yang berbeda kedalamannya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jono Oge kabupaten sigi. Analisis sifat fisik tanah di lakukan di laboratorium Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian ini di laksanakan di bulan Januari sampai Maret 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan di lakukan survey dilapangan terlebih dahulu kemudian di analisisis di laboratorium. Penentuan titik sampel tanah di ambil secara acak dengan tempat yang seragam kemudian di tentukan titik koordinatnya. Sampel tanah di ambil menggunakan ring sampel untuk tanah utuh dan plastik gula untuk tanah tidak utuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sifat fisik tanah pada Desa Jono Oge memiliki tekstur pasir paling tinggi di kedalaman 150‑160 cm di Titik 1 dengan presentase pasir sebesar 96,6 %,presentase konduktivitas hidrolik paling tinggi sebesar 12,90 cm/jam, kadar air kapasitas lapang paling tinggi sebesar 24,14%, presentase porositas total paling tinggi sebesar 38,54 %, dengan partikel density paling tinggi dengan presentase 20,63 g/cm3, dan presentase paling tinggi bulk density yaitu sebesar 1,71 g/cm3. di Titik 2 memiliki tekstur pasir paling tinggi di kedalaman 70-80cm yaitu sebesar 86,3%, untuk presentase konduktivitas hidrolik paling tinggi sebesar 11,82 cm/jam, kadar air kapasitas lapang paling tinggi yaitu sebesar 22,94%, porositas sebesar 35,29%, partikel density sebesar 2,55 g/cm3, dan bulk density sebesar 1,70 g/cm3.
IDENTIFIKASI BAKTERI PELARUT FOSFAT (BPF) ASAL RIZOSFER PADI (Oryza sativa L.) PADA LAHAN SAWAH INTENSIF DI KECAMATAN GUMBASA KABUPATEN SIGI Tia Indriyani; Rois; Toana, Moh Rizqi Chaldun
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/cpbyvs19

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting yang telah menjadi bahan makan pokok lebih dari setengah penduduk dunia, salah satunya Indonesia. Di Indonesia, padi merupakan komoditas utama dalam menyokong pangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri pelarut fosfat pada tanah asal rizosfer padi pada lahan sawah intensif yang ada di Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2022 di Laboratorium Unit Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu dan Laboratorium Unit Biologi Molekuler, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar, Makassar. Dalam penelitian ini menggunakan metode deksriptif eksploratif yang pelaksanaanya dilakukan dengan mendeskripskan jenis bakteri yang didapatkan dalam penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat sepuluh isolat bakteri pelarut fosfat yang didapatkan di antaranya pada sampel S1 (1), S1 (2), BS2, BS3 dan BS4, teridentifikasi sebagai bakteri genus Bacillus. pada sampel S2, teridentifikasi sebagai bakteri Bacillus megaterium, pada sampel S3, teridentifikasi sebagai bakteri Bacillus sphaericus, dan pada sampel BS1, teridentifikasi sebagai bakteri Bacillus pumilus, pada sampel S1 (3) teridentifikasi sebagai bakteri genus Micrococcus serta pada sampel BS5 teridentifiksi sebagai bakteri genus Staphylococus.