Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Oposisi dalam Novel Titir Dedes: Doa dan Kutukan Karya Amalia Yunus: Analisis Intertekstual Julia Kristeva Chelsa Aura Diva Unzilla Gunawan
Jurnal Pengetahuan dan Pendidikan Vol 4 No 3 (2025): Journal of Media, Sciences and Education
Publisher : Yayasan Baru Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the oppositions found in the novel Tutur Dedes: Doa dan Kutukan by Amalia Yunus. The theory used in this study is Julia Kristeva’s intertextuality. The method used in this study is a library study with descriptive qualitative research results. From the analysis conducted, the oppositions in the novel Tutur Dedes: Doa dan Kutukan are the War of Ganter and the female knight. The results of the study show that the novel’s opposition portrays women as subjects of power who have the ability to make their own decisions, they have full awareness of their needs and desires, and women can also be influential and change societal decisions.
Oposisi Dalam Novel Titir Dedes: Doa Dan Kutukan Karya Amalia Yunus: Analisis Intertekstual Julia Kristeva Chelsa Aura Diva Unzilla Gunawan
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 6 No. 8 (2025): Agustus
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v6i8.5412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui oposisi yang terdapat dalam novel Tutur Dedes: Doa dan Kutukan karya Amalia Yunus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah intertekstual Julia Kristeva. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi pustaka dengan hasil penelitian deskriptif kualitatif. Dari analisis yang dilakukan, oposisi dalam novel Tutur Dedes: Doa dan Kutukan yaitu, Perang Ganter dan kesatria perempuan. Hasil penelitian menunjukkan jika novel beroposisi menjadikan perempuan sebagai subjek kuasa memiliki kemampuan untuk membuat keputusan sendiri, mereka memiliki kesadaran penuh atas kebutuhan dan keinginannya, selain itu perempuan juga dapat menjadi pengaruh dan dapat mengubah keputusan masyarakat.