Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kritis Keilahian Yesus Dalam Injil Yohanes 1:1-3, 14 Dan Respon Terhadap Pandangan Arianisme Rori, Ronald Roy
ORTHOTOMEO : Jurnal Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 2 (2025): ORTHOTOMEO: Jurnal Penelitian Ilmiah
Publisher : Gereja Alkitab Anugerah Kadoudan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71304/nt2px015

Abstract

Keilahian Yesus Kristus merupakan fondasi doktrin Kristen yang terus menghadapi serangan, mulai dari Arianisme klasik hingga varian modern seperti Saksi-Saksi Yehuwa dan ajaran Erastus Sabdono. Persoalan ini menimbulkan tantangan teologis serius bagi kemurnian pengakuan iman gereja. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis makna teologis Yohanes 1:1–3, 14, mengidentifikasi ciri utama Arianisme dan variannya, serta merumuskan respons teologis argumentatif untuk memperkokoh Kristologi Alkitabiah. Pendekatan teologi sistematika digunakan dengan metode studi kepustakaan, menggabungkan data biblika, konsensus historis gereja, dan literatur akademik nasional–internasional. Analisis dilakukan secara induktif-kualitatif untuk menilai validitas klaim anti-Trinitarian. Yohanes 1:1–3, 14 secara eksplisit menegaskan Yesus sebagai Firman kekal, sehakikat dengan Allah Bapa, Sang Pencipta yang bukan bagian dari ciptaan, dan sungguh menjadi manusia dalam inkarnasi. Pandangan Arianisme klasik maupun modern terbukti lemah secara biblika dan historis karena bertumpu pada hermeneutika selektif dan mengabaikan kesaksian Alkitab yang utuh. Penegasan keilahian Yesus adalah syarat mutlak bagi keutuhan doktrin keselamatan dan identitas iman Kristen. Gereja masa kini perlu mengajarkan Kristologi yang setia pada Kitab Suci dan konsensus gereja mula-mula, disertai respons apologetik–pastoral yang kontekstual.