Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EXPLORING THE ROLE OF WIRELESS SENSOR NETWORKS IN ENVIRONMENTAL MONITORING AND DISASTER MANAGEMENT Ariffien , Afferdhy
KRIEZ ACADEMY : Journal of development and community service Vol. 1 No. 13 (2024): Kriez Academy - December
Publisher : Yayasan Kreatif Indonesia Emas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background:Subscription-based marketing models have gained significant traction as a means of fostering long-term customer relationships. Businesses across industries, from streaming platforms to e-commerce and software services, are increasingly adopting these models to enhance consumer loyalty and retention. However, their effectiveness and key influencing factors require deeper exploration. Aims:This study examines the impact of subscription-based marketing models on consumer loyalty and retention, highlighting the critical determinants that drive long-term engagement and satisfaction among subscribers. Research Method:The research employs a mixed-method approach, combining qualitative interviews with quantitative survey data collected from 500 respondents across various industries using subscription services. Statistical analysis and thematic categorization are used to draw meaningful insights. Results and Conclusion:The findings indicate that personalization, perceived value, and consistent service quality are significant factors influencing consumer loyalty. Furthermore, flexible subscription options and proactive customer support enhance retention rates. The study concludes that businesses adopting these strategies are better positioned to maintain a competitive edge and sustain growth in the subscription economy. Contribution:This research contributes to marketing literature by providing a comprehensive analysis of subscription-based models and their role in consumer retention. It offers actionable insights for businesses seeking to optimize their strategies and enhance customer relationships.
ANALISIS RANTAI PASOK KOMODITAS IKAN LAUT TENGGIRI DI KOTA BANDAR LAMPUNG Astuti, Mega Widi; Ariffien , Afferdhy
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 1 No. 5 (2023): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis rantai pasok komoditas ikan tenggiri di Bandar Lampung melibatkan empat tahap distribusi: nelayan, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pedagang besar, dan pedagang eceran. Tahap awal adalah trust building untuk menentukan harga dan kualitas. Rantai pasok pertama melibatkan nelayan, TPI, pedagang besar, pedagang eceran, dan konsumen, dengan sebagian besar hasil tangkapan diarahkan ke TPI. Rantai kedua melibatkan nelayan, pedagang besar, dan pedagang eceran, dengan sebagian hasil langsung dialokasikan ke pedagang besar. Margin terdiri dari margin penjualan dan margin keuntungan. Rantai pasok pertama memiliki margin penjualan total Rp 24.000 dan margin keuntungan Rp 19.900, sementara rantai kedua memiliki margin penjualan Rp 22.000 dan margin keuntungan Rp 17.900, dengan selisih Rp 2.000. Margin tertinggi di rantai pertama adalah nelayan (Rp 16.000), diikuti TPI (Rp 4.000), pedagang eceran (Rp 2.250), dan pedagang besar (Rp 1.750). Di rantai kedua, margin tertinggi juga nelayan (Rp 14.000), diikuti TPI (Rp 4.000), pedagang eceran (Rp 2.250), dan pedagang besar (Rp 1.750). Perpindahan antar tahap distribusi menunjukkan penurunan margin, mencerminkan distribusi nilai ekonomi. Keberhasilan TPI dan pedagang dalam meningkatkan margin tergantung pada pemasaran dan efisiensi operasional. Hasil analisis fisherman share menunjukkan nilai 90% untuk rantai pasok pertama dan 87% untuk yang kedua, menandakan optimasi penjualan lebih tinggi pada rantai pertama. Sebaliknya, nilai margin menunjukkan efisiensi harga lebih baik pada rantai kedua, dengan total margin Rp 22.000 dibandingkan Rp 24.000 pada rantai pertama, karena melibatkan lebih sedikit pelaku.