Gesang Bawah Tol (GETOL) merupakan bentuk inovatif pemanfaatan ruang sisa di kawasan perkotaan, khususnya area di bawah infrastruktur jalan tol, yang sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal. Inisiatif ini menjadi strategi pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan partisipatif untuk mewujudkan ruang produktif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan GETOL di Kelurahan Pagesangan, Kota Surabaya. Teori partisipasi Cohen dan Uphoff (1980) digunakan sebagai landasan analisis untuk melihat keterlibatan warga dalam tahapan pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, serta evaluasi kegiatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam perencanaan menunjukkan niat kuat, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam inklusivitas kelompok tertentu. Dalam pelaksanaan, warga menunjukkan keterlibatan aktif, khususnya dalam pengelolaan tanaman hidroponik, budidaya maggot, serta pengembangan taman bermain anak dan kebun sayur. Kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi melalui hasil panen yang dapat dikonsumsi maupun dijual, serta manfaat sosial dan lingkungan. Evaluasi dilakukan secara berkala oleh pengurus RW bersama tim implementasi melalui forum pertemuan internal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa GETOL adalah praktik baik partisipasi berbasis komunitas dalam memanfaatkan ruang terbatas secara kolektif dan berkelanjutan.