This Author published in this journals
All Journal Voice of HAMI
Patelangan, Laura
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN TEOLOGIS MAKNA PEMBASUHAN KAKI DALAM IBADAH KAMIS PUTIH DAN SUNGBANGSIHNYA BAGI PENINGKATAN PELAYANAN DI GEREJA TORAJA JEMAAT MERIBA MANGGAU B, Adriana Sonda; Belopadang, Yiska; Patelangan, Laura
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2 (2023): Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59830/voh.v5i2.69

Abstract

Abstract The purpose of writing this article is to describe the meaning of foot washing in the celebration of Maundy Thursday worship and its contribution to service improvement. The washing of the feet is a symbol of Jesus' example in serving His disciples who taught how to humbly raise the ministry and contribute to the improvement of the ministry. In writing this thesis, the method used is a qualitative research method with literature study techniques, observations and interviews. The author conducted interviews with a pastor, five church members and two church members. Based on the results of the research conducted, the assembly and congregation members understood the Holy Thursday service and interpreted the washing of the feet as a symbol of Jesus' example in serving His disciples who contributed to the improvement of service in the congregation because they understood that the symbols used by Jesus set an example that every human being should have an attitude of serving each other by being willing to sacrifice, humbling, loving each other by being willing to forgive the mistakes of others and loving and serving regardless of social status differences. Abstrak Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan makna pembasuhan kaki dalam perayaan ibadah kamis putih dan sumbangsih terhadap peningkatan pelayanan. Pembahusan kaki yang dilakukan merupakan simbol keteladanan Yesus dalam melayani murid-muridNya yang mengajarkan bagaimana mengangkat pelayanan dengan rendah hati dan sumbangsih bagi peningkatan pelayanan. Dalam penulisan skripsi ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik studi kepustakaan, observasi dan wawancara. Penulis melakukan wawancara dengan seorang pendeta, lima majelis gereja dan dua anggota jemaat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, majelis dan anggota jemaat memahami ibadah kamis putih dan memaknai pembasuhan kaki yang dilakukan sebagai simbol keteladanan Yesus dalam melayani murid-muridNya yang memberikan sumbangsih terhadap peningkatan pelayanan dalam jemaat karena memahami bahwa simbol yang dilakukan Yesus memberikan teladan bahwa setriap manusia harus memiliki sikap saling melayani dengan rela berkorban, merendahkan hati, saling mengasihi dengan bersedia untuk mengampuni kesalahan orang lain dan mengasihi serta melayani tanpa memandang perbedaan statuis sosial.