Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Katalisator

FEKTIFITAS LAJU ALIR SISTEM MULTI SOIL LAYERING (MSL) TERHADAP REDUKSI KADAR COD, BOD DAN KESADAHAN PADA AIR TANAH DI DESA TELUK NILAP, KECAMATAN BABUSSALAM, ROKAN HILIR Arief Yandra Putra; Fitri Mairizki; OKTARIANI OKTARIANI
Jurnal Katalisator Vol 5, No 2 (2020): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v5i2.5724

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok dimana kualitas dan kuantitasnya harus dijaga, baik secara fisik, biologis serta kimia. Sumber daya air yang banyak mendapatkan perhatian dan paling banyak dibutuhkan adalah air tanah. Kualitas dan potensi air tanah pada suatu wilayah mencakup komponen fisika, kimia dan biologi. Air tanah perlu mendapatkan perhatian khusus apalagi air tanah banyak tercemar oleh berbagai macam limbah yang mengandung COD dan  BOD. Kesadahan merupakan salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air. Air dikatakan sadah jika mengandung ion Ca dan Mg. Ada beberapa alternatif pengolahan air limbah/tercemar yang dapat diterapkan. Salah satu sistem pengolahan air limbah yang menggabungkan kinerja tangki septik dan pertumbuhan lekat yang dikenal dengan sistem MSL. Metode ini dikenal murah dari segi biaya, sederhana, mudah dari segi pengoperasian dan pengontrolan, dan juga bersifat ramah lingkungan. Pengambilan sampel menggunakan teknik pengamatan yang mengacu pada hasil penelitian sebelumnya. Variasi laju alir yang digunakan dalam sistem MSL untuk mereduksi kadar BOD, COD dan kesadahan yaitu 10, 15, 30, 60, 120 dan 180 ml/min. Dari hasil diperoleh efisiensi reduksi BOD, COD dan kesadahan yaitu 98,02%, 50,62% dan 78,50% dengan variasi laju alir 10 ml/min. Hasil yang diperoleh telah memenuhi syarat baku mutu air menurut PP RI NO.82 Tahun 2001 dan Permenkes No.416 Tahun 1990. Semakin kecil laju alir yang digunakan maka efisiensi reduksi akan semakin tinggi karena waktu kontak antara sampel dengan lapisan pada MSL akan semakin lama. 
ANALISIS LOGAM BERAT PADA AIR TANAH DI KECAMATAN KUBU BABUSSALAM, ROKAN HILIR, RIAU Arief Yandra Putra; Fitri Mairizki
Jurnal Katalisator Vol 5, No 1 (2020): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v5i1.5277

Abstract

Water is a material that can not be separated from the life activities of living things on earth. One of the water resources that get the most attention and the most needed is ground water. Ground water is a hydrological cycle that involves several aspects such as bio-geo-physical and socio-cultural. Heavy metals are pollutants that are most often found in water. This heavy metal has negative impact on humans who use the water and organisms that are in the water. The purpose of this study was to analyze the content of heavy metals contained in ground water in the District of Kubu Babussalam, Rokan Hilir, Riau. Sampling using random sampling technique. Ground water in Kubu Babussalam Subdistrict has been contaminated by heavy metals such as lead (Pb), copper (Cu), iron (Fe), cadmium (Cd) and chromium (Cr). The Pb content contained in ground water ranges from 0,01-0,06 mg/L, Fe ranges from 1,3-2,2 mg/L while the content of the other three metals still very little and were carried under the LOQ value of the measuring instrument used. Based on Permenkes 416/MEN.KES/PER/IX/1990, there was one sample point that had Pb metal content above the quality standard, and there were seven sample points that had Fe metal content above the quality standard.Air merupakan suatau bahan yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas kehidupan mahkluk hidup yang ada di bumi. Salah satu sumber daya air yang banyak mendapatkan perhatian dan paling banyak dibutuhkan adalah air tanah. Air tanah merupakan suatu siklus hidrologi yang melibatkan beberapa aspek seperti bio-geo-fisik dan sosial-budaya. Kualitas air tanah mencakup fisika, kimia dan biologi. Logam berat merupakan polutan yang paling sering dijumpai dalam sebuah perairan. Logam berat ini memberikan dampak negatif terhadap manusia yang menggunakan air tersebut dan organisme yang ada diperairan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kandungan logam berat yang terdapat di dalam air tanah di Kecamatan Kubu Babussalam, Rokan Hilir, Riau. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Air tanah yang terdapat di Kecamatan Kubu Babussalam telah tercemar oleh logam berat seperti timbal (Pb), tembaga (Cu), besi (Fe), kadmium (Cd) dan kromium (Cr). Kandungan Pb yang terdapat di dalam air tanah berkisar antara 0,01-0,06 mg/L, Fe berkisar antara 1,3-2,2 mg/L sedangkan kandungan tiga logam yang lain masih sangat kecil dan berada dibawa nilai LOQ alat ukur yang digunakan. Berdasarkan Permenkes 416/MEN.KES/PER/IX/1990, terdapat satu titik sampel yang memiliki kandungan logam Pb  di atas baku mutu, dan terdapat tujuh titik sampel yang memiliki kandungan logam Fe  di atas baku mutu.
ANALISA KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS ISLAM RIAU Fitri Mairizki
Jurnal Katalisator Vol 2, No 1 (2017): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.032 KB) | DOI: 10.22216/jk.v2i1.1585

Abstract

Air minum isi ulang (AMIU) yang diproduksi oleh Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) merupakan sebuah pilihan alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air minum. Walaupun lebih murah dan lebih praktis, kualitas AMIU masih diragukan karena tidak ada informasi yang jelas tentang proses, peraturan peredaran dan pengawasan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kualitas AMIU ditinjau dari parameter fisika, kimia dan biologi. Sumber air baku yang digunakan untuk memproduksi AMIU berasal dari mata air dan sumur bor dengan proses radiasi ultraviolet dan ozonisasi. Semua sampel air minum tidak melebihi batas maksimum yang diizinkan berdasarkan Permenkes 492/Menkes/Per/IV/2010 untuk parameter fisika dan kimia dengan suhu berkisar antara 23,2oC-26,8oC,  zat padat terlarut (TDS) 10-270 mg/L, pH 6,6-7,8, Cd 0,000-0,003 mg/L,  Mn 0,000-0,106 mg/L, Fe 0,000-0,054 mg/L, Cu 0,001-0,094 mg/L, Cr < 0,05 mg/L, kesadahan 0,318-39,179 mg/L, SO42- < 25 mg/L, NO3- < 4,4 mg/L dan NH4+ < 0,05 mg/L. Akan tetapi, semua sampel air minum tidak memenuhi persyaratan kualitas air minum berdasarkan Permenkes 492/Menkes/Per/IV/2010 berdasarkan parameter biologi. Semua sampel terkontaminasi bakteri Coliform dimana satu sampel air minum mengandung Escherichia coli dan  sampel air lainnya mengandung bakteri Coliform jenis lain. Kata kunci : AMIU, DAMIU, kualitas air minum isi ulang