This Author published in this journals
All Journal FITRA
Humaidi, Parhan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MENUMBUHKAN KEMAMPUAN SELF-CONTROL SISWA DI MTSN 3 ACEH SELATAN MA, Marsuni; Humaidi, Parhan
FITRA Vol 7, No 1 (2025): Vol 7, No 1 (2025): Vol. 7 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran guru Akidah Akhlak dalam menumbuhkan kemampuan self-control siswa di MTsN 3 Aceh Selatan. Pendidikan memiliki peran fundamental dalam membentuk individu beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan bertanggung jawab, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional (UU No. 20 Tahun 2003). Akhlak, sebagai sifat jiwa yang mendorong tindakan spontan (Imam al-Ghazali), sangat esensial dalam membentengi diri dari pengaruh negatif, khususnya pada masa remaja yang rentan terhadap gejolak emosi dan pengaruh eksternal-internal. Masalah perilaku siswa di MTsN 3 Aceh Selatan, seperti ketidaksopanan dan perkelahian, mengindikasikan tantangan dalam pengendalian diri. Studi menunjukkan bahwa self-control dapat dikembangkan melalui pembelajaran dan berkorelasi positif dengan kesehatan, kebahagiaan, serta prestasi akademik yang lebih baik daripada IQ. Oleh karena itu, pendidikan akidah akhlak diharapkan menjadi solusi untuk masalah perilaku remaja yang disebabkan oleh kurangnya kontrol diri. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di MTsN 3 Aceh Selatan pada semester genap 2023/2024. Subjek dipilih secara purposive sampling, dan analisis data dilakukan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak di MTsN 3 Aceh Selatan telah melakukan berbagai upaya komprehensif, meliputi: pemberian hadiah dan pujian, nasihat langsung, pemberian hukuman bertahap, dan pemberian solusi atas masalah siswa. Strategi yang diterapkan mencakup pendekatan personal guru, kerja sama lintas guru (dengan BK dan orang tua), penanaman nilai keagamaan melalui kegiatan rutin (salat berjamaah, kultum, yasinan, amal Jumat), dan program Baca Tulis Al-Qur'an. Meskipun upaya ini menunjukkan pendekatan multi-aspek, kemampuan kontrol diri siswa belum 100% optimal, dan masih ada perilaku menyimpang. Faktor pendukung dan penghambat juga teridentifikasi, dengan keteladanan guru dan kedisiplinan sebagai aspek krusial. Guru tidak hanya mentransfer ilmu tetapi juga menjadi teladan dan pembimbing karakter.