Latar Belakang: Penyakit Parkinson adalah penyakit degenerasi otak yang terbanyak kedua, setelah penyakit Dementia Alzheimers. Penyakit Parkinson ini juga merupakan penyakit yang tingkat insidensinya bertambah banyak setiap tahun. Penyakit Parkinson sendiri memiliki dimensi gejala yang sangat bervariasi antara satu pasien dengan pasien lainnya. Gejalanya pun cukup beragam, yang meliputi gejala motorik maupun gejala non-motorik. Gejala tersebut seiring waktu akan mengalami progresifitas atau perburukan, yang mana hal tersebut dapat mengganggu kualitas hidup pasien. Data gambaran gejala non motorik Penyakit Parkinson di RSUD M. Natsir belum ada. Tujuan: Mengetahui gambaran gejala non motorik Penyakit Parkinson Di Poliklinik Neurologi RSUD M Natsir Solok. Metode : Studi deskriptif kuantitatif melalui desain cross sectional dengan menggunakan data rekam medik penderita Parkinson di Poliklinik Neurologi RSUD M. Natsir dari bulan Januari 2025 sampai Juni 2025. Data penderita kemudian diolah dan ditampilkan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil : Pada penelitian ini didapatkan 30 subjek penelitian penderita parkinson dengan gejala non motorik 22 orang (73 %) dan tanpa gejala non motorik 8 orang (27%). Mayoritas penderita parkinson adalah jenis kelamin perempuan sebanyak 17 orang (57 %), usia terbanyak 60-69 tahun sebanyak 12 orang (40 %), pekerjaan terbanyak pensiunan PNS sebanyak 11 orang (36 %) dan tingkat pendidikan terbanyak SMA sebanyak 11 orang (37 %). Gejala non motorik didapatkan nyeri (37 %), gangguan tidur (14 %), hipersalivasi (14 %), demensia (9 %), gangguan gastrointestinal (9 %), dan gangguan berkemih (9 %), depresi (4 %), dan disfagia (4 %). Kesimpulan : Pada penelitian ini didapatkan hasil gejala non motorik Penyakit Parkinson adalah nyeri (37 %), gangguan tidur (14 %), hipersalivasi (14 %), demensia (9 %), gangguan gastrointestinal (9 %), dan gangguan berkemih (9 %), depresi (4 %), dan disfagia (4 %).