Devira, Marshanda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HAMBATAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PESERTA DIDIK DI SMPN 7 MALANG Subqiyah, Viola Yuniar Mallikhatus; Devira, Marshanda
CILPA Vol 10 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan dalam kemampuan berpikir kreatif peserta didik di kelas VII D SMP Negeri 7 Malang. Subjek penelitian terdiri dari 28 peserta didik dengan latar belakang dan karakteristik yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode participant observation, di mana peneliti secara langsung terlibat dalam proses pembelajaran untuk mengamati perilaku, respons, dan partisipasi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hambatan yang signifikan dalam pengembangan kemampuan berpikir kreatif, terutama pada peserta didik laki-laki. Hambatan tersebut mencakup kurangnya kepercayaan diri dalam mengemukakan ide, keterbatasan dalam mengembangkan gagasan secara orisinal, serta kecenderungan untuk mengikuti pola pikir konvensional. Faktor lingkungan kelas, pendekatan pembelajaran yang masih dominan satu arah, dan kurangnya stimulus visual juga menjadi faktor yang memperkuat hambatan tersebut. Temuan ini menunjukkan pentingnya inovasi dalam strategi pembelajaran untuk menciptakan ruang eksplorasi yang lebih luas, terutama dalam mendukung peserta didik laki-laki yang cenderung mengalami kesulitan lebih besar dalam berpikir kreatif. Abstract This research aims to identify and analyze the obstacles to the creative thinking abilities of students in class VII D at SMP Negeri 7 Malang. The research subjects consisted of 28 students with diverse backgrounds and characteristics. This study uses the participant observation method, where the researcher is directly involved in the learning process to observe the behavior, responses, and participation of the students. The research results indicate that there are several significant obstacles in the development of creative thinking skills, especially among male students. These obstacles include a lack of confidence in expressing ideas, limitations in developing original concepts, and a tendency to follow conventional thinking patterns. Classroom environment factors, a predominantly one-way learning approach, and a lack of visual stimuli also reinforce these barriers. These findings highlight the importance of innovation in learning strategies to create broader exploration spaces, especially in supporting male students who tend to face greater difficulties in creative thinking.
Transformasi Karya Seni Budaya Menjadi Produk Kreatif Bernilai Jual Dalam Era Digital Devira, Marshanda
CILPA Vol 11 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v11i1.21581

Abstract

Abstrak Transformasi karya seni budaya menjadi produk kreatif bernilai jual dalam era digital merupakan strategi penting dalam upaya pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif. Perkembangan teknologi digital membuka ruang luas bagi seniman, perajin, dan pelaku industri kreatif untuk mengadaptasi unsur tradisi ke dalam bentuk produk yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar modern. Penelitian ini bertujuan membuka jalan bagi pengembangan karya seni budaya menjadi produk kreatif bernilai jual, yang tidak hanya menjadi bentuk pelestarian tetapi juga instrumen penggerak ekonomi kreatif nasional. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali proses, makna, dan strategi yang dilakukan para pelaku seni budaya dalam mentransformasikan karya tradisional menjadi produk kreatif bernilai jual pada era digital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi karya seni budaya menjadi produk kreatif bernilai jual di era digital adalah proses yang kompleks, melibatkan aspek budaya, teknologi, dan ekonomi. Adaptasi tradisi ke dalam desain kontemporer dan format digital memungkinkan pelestarian identitas lokal sekaligus pembukaan akses pasar yang lebih luas. Abstract The transformation of cultural artworks into marketable creative products in the digital age is an important strategy in cultural preservation and creative economic development. The development of digital technology has opened up vast opportunities for artists, artisans, and creative industry players to adapt traditional elements into more innovative products that are relevant to modern market needs. This study aims to pave the way for the development of cultural artworks into marketable creative products, which not only serve as a form of preservation but also as an instrument to drive the national creative economy. This study uses a descriptive qualitative approach to explore the processes, meanings, and strategies used by cultural artists in transforming traditional works into marketable creative products in the digital age. The results of this study show that the transformation of cultural artworks into marketable creative products in the digital era is a complex process involving cultural, technological, and economic aspects. Adapting traditions into contemporary designs and digital formats allows for the preservation of local identity while opening up access to a wider market.