Pratama, muhammad amin pratama Amin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERIAN LEVEL AIR REBUSAN KULIT JENGKOL (Archidendron pauciflorum) DALAM AIR MINUM TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN BURUNG PUYUH PETELUR (Coturnix-coturnix japonica) Pratama, muhammad amin pratama Amin
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 5 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v5i2.1934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan kulit jengkol (Archidendron pauciflorum) dalam air minum terhadap kinerja pertumbuhan burung puyuh petelur (Coturnix-coturnix japonica). Medote penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan 6 perlakuan 4 ulangan sehingga diperoleh 24 unit perlakuan dengan menggunakan 96 ekor puyuh percobaan. Perlakuan terdiri dari P0 (air minum tanpa rebusan kulit jengkol), P1 (0,25ml rebusan kulit jengkol dalam 50ml air minum), P2 (0,375ml rebusan kulit jengkol dalam 50ml air minum), P3 (0,5ml rebusan kulit jengkol dalam 50ml air minum), P4 (0,625ml rebusan kulit jengkol dalam 50ml air minum), P5 (0,75ml rebusan kulit jengkol dalam 50ml air minum). Hasil penelitian pemberian air rebusan kulit jengkol dalam air minum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, konsumsi air minum dengan nilai konsumsi ransum berkisar antara 93,64-104,48 (g/ekor/minggu), pertambahan bobot badan 22,84- 24,56 (g/ekor/minggu), konversi ransum 3,97-4,47, konsumsi air minum 33,45-36,56 (g/ekor/hari) Kesimpulan dari penelitian ini adalah, air rebusan kulit jengkol dapat digunakan dalam air minum puyuh petelur sampai taraf 0,75 tanpa menimbulkan pengaruh negatif pada pertumbuhan burung puyuh petelur. Kata kunci : air rebusan kulit jengkol, burung puyuh, dan peforma pertumbuhan