Studi eksplorasi ini menyelidiki kriteria pengambilan keputusan yang digunakan oleh perusahaan Indonesia dalam memilih vendor pelatihan korporat di pasar Indonesia yang berkembang pesat. Saat Indonesia mengalami bonus demografi dengan peningkatan tenaga kerja produktif, kesenjangan keterampilan yang signifikan masih terjadi, menciptakan tantangan bagi perusahaan dalam mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten. Departemen Learning and Development (L&D) memainkan peran penting dalam menjembatani kesenjangan keterampilan ini melalui kemitraan strategis dengan vendor pelatihan. Menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif, penelitian ini melakukan wawancara terstruktur dengan enam manajer L&D dari berbagai industri termasuk keuangan, kesehatan, NGO, dan ritel. Studi ini mengungkapkan bahwa pemilihan vendor di Indonesia sangat bersifat relasional, menekankan kustomisasi layanan dan keselarasan budaya organisasi. Empat kriteria seleksi utama muncul: kesesuaian (keselarasan dengan kebutuhan spesifik perusahaan), fleksibilitas (kemampuan adaptasi dalam hal waktu, dukungan, biaya, dan kebutuhan lain), kredibilitas (reputasi dan keahlian yang diakui), dan efektivitas biaya (nilai yang sepadan dengan uang daripada harga terendah). Temuan menunjukkan bahwa evaluasi kinerja vendor masih sebagian besar informal namun menjadi lebih terstruktur melalui mekanisme umpan balik dan pemantauan penerapan keterampilan di tempat kerja. Pembelian berulang dan loyalitas vendor didorong oleh kepercayaan, kemudahan adaptasi layanan, dan kolaborasi erat antara vendor dan tim internal. Studi ini memberikan wawasan berharga bagi vendor pelatihan untuk mengembangkan strategi pemasaran dan layanan yang lebih berpusat pada pelanggan yang disesuaikan dengan konteks pasar Indonesia.