Melisa Diah Maharani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Psychology and Sufism Approaches to Narcissistic Personality Disorder (NPD): Toward an Integrative Model Melisa Diah Maharani; Rida Luthfiana Wakhidah
JIGC (Journal of Islamic Guidance and Counseling) Vol. 9 No. 1 (2025): JIGC (Journal of Islamic Guidance and Counseling)
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jigc.v9i1.103

Abstract

Narcissistic Personality Disorder (NPD) has become an increasingly prevalent psychological issue in the digital era, often associated with maladaptive cognitions, fragile self-structures, and interpersonal dysfunction. While psychoanalytic and cognitive-behavioral approaches, including schema therapy, offer effective clinical interventions, they frequently face resistance and limitations in addressing the existential and moral dimensions of narcissism. In Islamic spirituality, narcissistic traits correspond to takabbur (arrogance), ujub (self-admiration), riya (ostentation), sum‘ah (seeking reputation), and hasad (envy), all of which are considered spiritual pathologies requiring tazkiyat al-nafs (purification of the soul). This study employs a conceptual and integrative literature review to synthesize psychological frameworks with Sufi teachings, proposing a three-level integrative model: (1) cognitive-behavioral restructuring, (2) emotional-spiritual regulation through practices such as muhāsabah and dhikr, and (3) existential reorientation grounded in zuhud. Findings suggest that integrating psychological therapies with Sufi practices enriches treatment by addressing not only symptoms but also the moral-spiritual roots of narcissism. The article concludes that this integrative framework offers both conceptual contributions to the literature on NPD and practical implications for culturally congruent counseling and psychotherapy in Muslim societies, while also providing a basis for future empirical validation.
Manifestasi Keberagamaan dalam Etos Ekonomi Pedagang Muslim Pasar Kliwon di Era Disrupsi Digital Melisa Diah Maharani
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/yjfgd028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi keberagamaan dalam pembentukan etos ekonomi pedagang Muslim Pasar Kliwon Kudus di tengah disrupsi ekonomi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap pedagang Pasar Kliwon yang dipilih secara purposif untuk menggali pengalaman subjektif, pemaknaan, dan praktik keberagamaan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai religius Islam berperan signifikan dalam membentuk sikap dan etos ekonomi pedagang di tengah keterbatasan adaptasi terhadap teknologi digital. Keberagamaan memberikan rasa tenang dan aman secara psikologis, serta menjadi landasan moral dalam menghadapi tekanan ekonomi. Manifestasi religiusitas tersebut tercermin dalam beberapa sikap utama, yaitu penerimaan terhadap kemajuan teknologi sebagai keniscayaan, keteguhan untuk tetap berdagang secara offline meskipun minim kemampuan digital, serta sikap tawakal dengan menyerahkan hasil usaha dan rezeki kepada kehendak Tuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberagamaan tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi spiritual, tetapi juga sebagai sumber etos kerja dan strategi moral pedagang dalam merespons disrupsi ekonomi digital, khususnya pada konteks pasar tradisional di kota santri.