Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Kecepatan Jelajah Berbasis Indeks Biaya dalam Pelatihan Penerbangan: Studi pada Cessna 172SP di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi Rochmad Setiawan; Prasetyo Iswahyudi; Ahmad Mubarok; Imam Fadila
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): Oktober : SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v5i4.3227

Abstract

In general aviation (GA) training, particularly on piston engine aircraft such as the Cessna 172 SP, cruising speed decisions are typically based on established standard procedures or instructor judgment, without economic calculations. This study introduces the Cost Index General Aviation (CIGA), adapted from airline operations, to enable more accurate and data-driven cruising speed selection. The study uses operational data from the Indonesian Civil Pilot Academy, Banyuwangi, and applies multiple linear regression (MLR), sensitivity analysis, and descriptive analytics to model the relationship between flight time, fuel consumption, and operating costs. CIGA is the ratio of the cost of time (instructor wage per hour) to the price of fuel, expressed in liters per hour. This index acts as a dynamic decision threshold: when the additional fuel burn per hour from a higher cruising speed is less than the CIGA value, flying at a higher speed is more cost-effective; when it exceeds the CIGA, flying at a slower speed is more economical. This study simulated flight patterns at various engine rpm levels between 2200 – 2650 rpm and found that 2400 rpm provided optimal performance under balanced operating conditions. A sensitivity analysis showed that fuel price had the greatest impact on profitability, followed by instructor wages and maintenance costs. The results indicate that the CIGA system can be a practical decision support tool for mangerial, finance, instructors and operators, offering cost savings of up to 12% per sortie for training purpose. This research contributes to the development of cost-effective, data-driven operations in the general aviation training environment.
STRATEGI EFISIENSI BIAYA OPERASIONAL PADA PESAWAT LATIH CESSNA 172 SP: STUDI KASUS DI AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI Rochmad Setiawan; Setiawan, Rochmad; Iswahyudi, Prasetyo; Mubarok, Ahmad; Fadila, Imam
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 7 No. 3 (2025): Manajemen : Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rf4xdf17

Abstract

Institusi pendidikan penerbangan di Indonesia yang beroperasi sebagai Badan Layanan Umum (BLU) harus mencapai kinerja operasional dan keuangan yang berkelanjutan. Salah satu hambatan utama adalah biaya operasional yang besar pada pesawat latih bermesin piston, seperti Cessna 172 SP. Biaya ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga bahan bakar, upah instruktur, dan pengeluaran untuk perawatan. Studi ini dirancang untuk mengembangkan model optimasi biaya operasional dengan memanfaatkan data operasional historis dari Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda dan simulasi biaya, variabel teknis (RPM, aliran bahan bakar, waktu terbang) dan variabel ekonomi (harga bahan bakar, biaya instruktur) dianalisis. Hasilnya, model ini menemukan bahwa RPM 2400 adalah profil operasional yang paling efisien, menawarkan potensi penghematan biaya sebesar 5% hingga 12% per sortie dibandingkan konfigurasi RPM lainnya. Analisis sensitivitas juga mengkonfirmasi bahwa volatilitas harga bahan bakar merupakan pendorong biaya paling dominan, diikuti oleh upah instruktur, sedangkan biaya perawatan tergolong tidak sensitif. Temuan ini memiliki implikasi strategis yang penting. Optimalisasi kecepatan jelajah berbasis model biaya dapat menekan beban operasional dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang. Selain itu, penelitian ini memberikan landasan untuk menyusun strategi manajemen armada, pengendalian biaya, dan perencanaan keuangan yang lebih efektif di sektor pendidikan penerbangan. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada literatur manajemen biaya di bidang aviasi sekaligus menawarkan solusi praktis untuk pengelola institusi layanan publik.