This study aims to determine and explain the influence of profitability, solvency, and audit opinion on audit delay in pharmaceutical companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021–2023. Profitability is proxied by Return on Assets (ROA), while solvency is proxied by the Debt to Equity Ratio (DER). The study population consisted of 11 companies. This quantitative research employed a purposive sampling technique, resulting in a sample of 10 companies over three years, with a total of 30 data observations. Data were analyzed using multiple linear regression analysis processed with SPSS version 23.The results showed that profitability and audit opinion have a negative and significant effect on audit delay, while solvency has no significant effect. These findings support agency theory, suggesting that agents (management) tend to accelerate the audit process when the company is in good and profitable condition. Therefore, audit delay may serve as an important indicator for evaluating the effectiveness of agency relationships within a company. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh profitabilitas, solvabilitas dan opini audit terhadap audit delay pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Busa Efek Indonesia (BEI) tahun 2021-2023. Profitabilitas diproksikan dengan Return On Asset (ROA) sedangkan solvabilitas diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER). Populasi penelitian terdiri dari 11 perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 10 perusahaan selama tiga tahun periode penelitian dan menghasilkan data sampel sebanyak 30. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda yang diolah menggunakan software SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan opini audit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay, sedangkan solvabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay. Temuan ini memperkuat agency theory, dimana pihak agen (manajemen) akan mempercepat proses audit ketika perusahaan dalam kondisi baik dan menguntungkan. Oleh karena itu, audit delay bisa menjadi indikator penting dalam mengevaluasi efektivitas hubungan keagenan dalam suatu perusahaan.