Niswatul Jannah Shofiula
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan dan Pelatihan Pijat Oksitoksin dalam Upaya Meningkatkan Hormon Oksitoksin untuk Mengoptimalkan Produksi Asi Pada Ibu Post Partum di RS KS Wahyu Indah Lestari; Niswatul Jannah Shofiula; Eti Salafas; Siti Musyarofah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the most enjoyable moments after birth is the process of breastfeeding a baby. When breastfeeding a baby is a moment to establish closeness between mother and baby and rarely in this breastfeeding process there are several complaints from the mother, including breast milk that does not come out, the baby cannot breastfeed, and sore nipples. Based on data from the Basic Health Research (Riskesdas) in 2010, it was explained that 67.5% of mothers who failed to provide exclusive breastfeeding to their babies were due to the mother's lack of understanding of the correct breastfeeding technique, so that they often experience sore or cracked nipples. This community service activity is a form of effort to increase knowledge and skills about the correct breastfeeding technique. It is expected that postpartum mothers provide breast milk with the correct technique so that they can provide exclusive breastfeeding for at least 6 months. The number of postpartum mothers participating was 20 people. The method of implementing Community Service activities is carried out in 3 stages, namely: the planning stage, the implementation stage of community service activities and the evaluation stage. The results of mothers' knowledge about the correct breastfeeding technique before being given counseling were conducted pretest, most had good knowledge as many as 4 (15%), sufficient as many as 9 (55%) and lacking as many as 7 (30%). From the community service carried out after being given counseling about the correct breastfeeding technique and conducted posttest all respondents had good knowledge as many as 20 (100%). This shows the success of community service activities, mothers' knowledge after being given counseling about the correct breastfeeding technique to overcome problems during breastfeeding in postpartum mothers. Abstrak Salah satu yang paling menyenangkan pada saat setelah kelahiran adalah proses menyusui bayi. Pada saat menyusui bayi merupakan moment untuk menjalin kedekatan ibu dan bayi dan jarang dalam proses menyusui ini muncul beberapa keluhan dari ibu, antara lain ASI yang tidak keluar, bayi yang tidak bisa menyusui, putingnya lecet. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 dijelaskan bahwa 67,5% ibu yang gagal memberikan ASI ekslusif kepada bayinya adalah kurangnya pemahaman ibu tentang teknik menyusui yang benar, sehingga sering mengalami puting lecet ataupun retak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang teknik menyusui yang benar. Diharapkan ibu postpartum memberikan ASI dengan teknik yang benar sehingga memberikan ASI eksklusif minimal 6 bulan. Jumlah peserta ibu nifas yaitu berjumlah 20 orang. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan 3 tahap yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dan tahap evaluasi. Hasil dari pengetahuan ibu tentang tekhnik menyusui yang benar sebelum diberikan penyuluhan dilakukan pretest sebagian besar berpengetahuan baik sebanyak 4 (15%) , cukup sebanyak 9 (55%) dan kurang sebanyak 7 (30%). Dari pengabdian masyarakat yang dilakukan setelah diberikan penyuluhan tentang tekhnik menyusui yang benar dan dilakukan posttest seluruh responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 20 (100%). Hal ini menunjukkan keberhasilan dalam kegiatan pengabdian Masyarakat, pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan tentang tekhnik menyusui yang benar untuk mengatasi permasalahan selama menyusui pada ibu postpurtum.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. S G1P0A0 di Wilayah Kerja Puskesmas Getasan Umur 28 Tahun Niswatul Jannah Shofiula; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of maternal and infant deaths in Indonesia is still a national health issue. This can be achieved by providing comprehensive and continuous care (Continuity of Care/CoC) from pregnancy, childbirth, the postnatal period, newborn care, and family planning. The following case study provides an example of comprehensive nursing care for Ny. S, 28 years old, G1P0A0, in the Puskesmas Getasan work area, from pregnancy to contraceptive choice. This descriptive case study uses Varney's approach to nursing management and is documented in SOAP format. Data was collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation studies from December 2024 to May 2025. During pregnancy, back pain was managed with body mechanics education and nutrition information and education (KIE). The birth was spontaneous at 37 weeks of gestation, using the 60-step APN standard. The postpartum period was normal, with a milk duct obstruction found on day 3 and treated with oxytocin massage. The baby was born healthy, received basic immunisations and counselling on umbilical cord care and SHK. At the end of the postpartum period, the mother opted for progestin-only pills as a contraceptive method. The CoC model of care has proven effective in the early detection of problems affecting mothers and babies, as well as preventing complications during pregnancy and postpartum care. It is hoped that midwives and healthcare professionals will continue to implement CoC care to improve the quality of services and reduce the rate of maternal and infant mortality.   Abstrak Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia masih menjadi permasalahan kesehatan nasional. Upaya menurunkan angka tersebut dapat dilakukan melalui pemberian asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan (Continuity of Care/CoC) sejak kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Memberikan gambaran asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S usia 28 tahun, G1P0A0 di wilayah kerja Puskesmas Getasan, mulai dari kehamilan hingga pemilihan kontrasepsi. Studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan Varney, didokumentasikan dalam format SOAP. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi dari Desember 2024–Mei 2025. Selama kehamilan, keluhan nyeri punggung ditangani dengan edukasi body mechanic dan KIE nutrisi. Persalinan berlangsung spontan usia kehamilan 37 minggu menggunakan standar 60 langkah APN. Masa nifas berjalan normal, ditemukan bendungan ASI pada hari ke-3 dan diatasi dengan pijat oksitosin. Bayi lahir sehat, mendapat imunisasi dasar dan konseling perawatan tali pusat serta SHK. Pada akhir masa nifas, ibu memilih kontrasepsi pil progestin. Asuhan kebidanan CoC terbukti efektif dalam mendeteksi dini masalah ibu dan bayi serta mencegah komplikasi selama masa kehamilan hingga KB. Diharapkan bidan dan tenaga kesehatan terus menerapkan asuhan CoC untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara berkelanjutan.