Penelitian ini berangkat dari pemahaman bahwa pendidikan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga integrasi nilai spiritual sebagai fondasi pembelajaran. Spiritualitas dalam konteks pendidikan dipahami sebagai dimensi transendental yang melibatkan keterhubungan dengan Tuhan, pencarian makna, dan kesadaran yang menuntun guru dalam mengajar serta mendampingi siswa. Kajian fenomenologis mengenai pengalaman subjektif guru SDIT masih terbatas, meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan hubungan positif antara spiritualitas dengan motivasi, keterlibatan kerja, dan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan terdiri dari tiga guru SDIT perempuan dengan pengalaman mengajar minimal lima tahun dan rentang usia 20–64 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam berdurasi 45–60 menit dan dianalisis secara tematik untuk menangkap esensi pengalaman guru dalam mengintegrasikan nilai spiritual ke dalam praktik pembelajaran. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama: (1) spiritualitas sebagai landasan niat dan amanah; (2) spiritualitas dalam praktik pedagogis; dan (3) spiritualitas sebagai sumber kekuatan personal dan relasional. Temuan ini menegaskan bahwa spiritualitas bukan sekadar dimensi personal, melainkan fondasi profesionalisme guru yang memandu praktik pedagogis sekaligus mendukung kesejahteraan psikologis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi literatur spiritualitas dalam pendidikan Islam dan kontribusi praktis untuk strategi pelatihan serta kebijakan yang memperkuat nilai spiritual guru SDIT.