Rohman, Alif Fatur
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TERAPI TEMAN SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL PADA LANSIA PENYAKIT KRONIS : LITERATURE REVIEW Noviyanti, Laura; Rohman, Alif Fatur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.49035

Abstract

Lansia sering menghadapi perubahan fisik dan mental degeneratif, yang berpotensi memicu masalah psikososial seperti penurunan interaksi sosial dan perasaan kesepian. Kondisi ini dapat secara signifikan menurunkan kualitas hidup mereka. Mengatasi isolasi sosial menjadi krusial untuk memastikan lansia dapat menjalani hidup dengan lebih baik. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk menganalisis efektivitas terapi teman sebaya sebagai intervensi untuk meningkatkan interaksi sosial pada lansia dengan penyakit kronis. Tinjauan literatur ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan menelusuri artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan baik di tingkat nasional maupun internasional dalam rentang tahun 2015 hingga 2025. Artikel-artikel yang dipilih berfokus pada hasil dan dampak dari penerapan terapi teman sebaya terhadap interaksi sosial lansia. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa terapi teman sebaya terbukti sangat efektif dalam meningkatkan interaksi sosial. Intervensi ini secara signifikan mampu meningkatkan keterlibatan sosial, memberikan dukungan emosional, dan mengurangi rasa kesepian pada lansia. Di Indonesia, terapi ini berperan penting sebagai media edukasi dan berbagi pengalaman, yang memperkaya pemahaman dan memperkuat ikatan antar lansia. Sedangkan di Jepang, terapi teman sebaya berhasil dalam memperkuat relasi sosial dan meningkatkan keterlibatan lansia dalam komunitas, yang pada akhirnya mencegah isolasi. Terapi teman sebaya merupakan intervensi yang sangat direkomendasikan untuk meningkatkan interaksi sosial pada lansia dengan penyakit kronis. Terapi ini secara langsung memfasilitasi dukungan sosial dan emosional, yang merupakan kunci untuk mengatasi isolasi sosial dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan