Joko Yunianto Prihatin
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ALGORITMA PID PADA HMI NEXTION UNTUK MENGATUR KECEPATAN BLDC MOTOR PADA MESIN CENTRIFUGE Farit Ardiyanto; Slamet Pambudi; Emanuel Budi Raharjo; Joko Yunianto Prihatin; Nurtian Ardhiatama; Afnan Muthi NurArifin
JUTEKS Vol 12 No 2 (2025): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v12i2.21657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan dan evaluasi sistem kontrol kecepatan motor BLDC (Brushless DC motor) menggunakan pengendali PID+DoM (derivative-on-measurement) yang dilengkapi dengan fitur anti-windup. Implementasi dilakukan dengan menjadikan Nextion HMI sebagai unit kontrol utama, yang diterapkan pada mesin sentrifuge. Dalam arsitektur sistem ini, Nextion HMI berperan sebagai komputasi kontrol utama. HMI dikonfigurasi dengan parameter sampling time 150 ms dan parameter tuning Kp 0,25, Ki 0,25, serta Kd 0,15. HMI kemudian menghasilkan sinyal PWM 10-bit yang dikirimkan ke Arduino untuk menggerakkan motor. Pengujian dilakukan pada empat setpoint kecepatan yang berbeda: 1000, 1500, 2000, dan 2500 rpm. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem memiliki performa yang sangat baik, dengan steady-state error (SSE) yang mendekati nol. Sistem juga menunjukkan rise time yang cepat (≤ 0,45 detik), overshoot yang terkendali (2–10,7%), dan settling time yang efisien, umumnya berada dalam rentang 1,35–3,0 detik. Pengecualian terjadi pada setpoint 1500 rpm, di mana settling time tercatat lebih lama, yaitu sekitar 10,65 detik. Temuan ini membuktikan bahwa arsitektur "Nextion-as-Controller" merupakan solusi yang layak untuk aplikasi kontrol loop dengan bandwidth menengah. Keunggulan utamanya adalah kemudahan tuning parameter langsung di HMI dan penyederhanaan firmware pada mikrokontroler. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi PID+DoM+anti-windup pada platform HMI, penggunaan sinyal PWM 10-bit, dan evaluasi performa kuantitatif pada berbagai setpoint. Keterbatasan utama dari penelitian ini adalah determinisme waktu pada HMI dan resolusi sampling yang belum optimal.
ALGORITMA PID PADA HMI NEXTION UNTUK MENGATUR KECEPATAN BLDC MOTOR PADA MESIN CENTRIFUGE Farit Ardiyanto; Slamet Pambudi; Emanuel Budi Raharjo; Joko Yunianto Prihatin; Nurtian Ardhiatama; Afnan Muthi NurArifin
JUTEKS Vol 12 No 2 (2025): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v12i2.21657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan dan evaluasi sistem kontrol kecepatan motor BLDC (Brushless DC motor) menggunakan pengendali PID+DoM (derivative-on-measurement) yang dilengkapi dengan fitur anti-windup. Implementasi dilakukan dengan menjadikan Nextion HMI sebagai unit kontrol utama, yang diterapkan pada mesin sentrifuge. Dalam arsitektur sistem ini, Nextion HMI berperan sebagai komputasi kontrol utama. HMI dikonfigurasi dengan parameter sampling time 150 ms dan parameter tuning Kp 0,25, Ki 0,25, serta Kd 0,15. HMI kemudian menghasilkan sinyal PWM 10-bit yang dikirimkan ke Arduino untuk menggerakkan motor. Pengujian dilakukan pada empat setpoint kecepatan yang berbeda: 1000, 1500, 2000, dan 2500 rpm. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem memiliki performa yang sangat baik, dengan steady-state error (SSE) yang mendekati nol. Sistem juga menunjukkan rise time yang cepat (≤ 0,45 detik), overshoot yang terkendali (2–10,7%), dan settling time yang efisien, umumnya berada dalam rentang 1,35–3,0 detik. Pengecualian terjadi pada setpoint 1500 rpm, di mana settling time tercatat lebih lama, yaitu sekitar 10,65 detik. Temuan ini membuktikan bahwa arsitektur "Nextion-as-Controller" merupakan solusi yang layak untuk aplikasi kontrol loop dengan bandwidth menengah. Keunggulan utamanya adalah kemudahan tuning parameter langsung di HMI dan penyederhanaan firmware pada mikrokontroler. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi PID+DoM+anti-windup pada platform HMI, penggunaan sinyal PWM 10-bit, dan evaluasi performa kuantitatif pada berbagai setpoint. Keterbatasan utama dari penelitian ini adalah determinisme waktu pada HMI dan resolusi sampling yang belum optimal.
OPTIMASI SISTEM KENDALI ELECTRIC FAN RUBAHAN SISTEM VISCOUS PADA PENDINGIN MESIN JEEP MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI Bambang Supriyanto; Joko Yunianto Prihatin; Farit Ardiyanto
JUTEKS Vol 13 No 1 (2026): JuTEkS (Jurnal Teknik Elektro dan Sains)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPermasalahan utama muncul ketika kendaraan jeep dijalankan pada kondisi cuaca dingin, hujan yang bersuhu rendah, sehingga suhu kerja mesin belum mampu mencapai standar (1/4 strip tengah 40⁰C pada AFR 13). Dampak yang terjadi adalah visco cooling belum cukup mencair dan kipas pendingin berputar kecepatan rendah dan AFR menjadi kaya sehingga konsumsi bahan bakar naik. Tujuan kegiatan penelitian ini adalah dengan merubah sistem pendingin cair viscos menjadi electric fan. Sehingga dapat diketahui rentang suhu rendah dan atas penyalaan kipas pendingin dan untuk mengetahui komposisi level faktor yang mampu mencapai nilai rentang suhu yang optimal. Metode penelitian yang diterapkan adalah desain eksperimen taguchi 4 faktor 3 level untuk menentukan nilai suhu optimal mesin dengan penyesuaian variasi jenis cairan pendingin, jenis R sensor, panjang kabel instalasi listriknya dan jenis material NTC. Hasil yang diacapai adalah dengan menerapkan faktor jenis cairan pendingin air murni 100m, penggunaan jenis R sensor 1.5, dengan panjang kabel 150cm dan jenis material NTC berdiameter 25mm mampu untuk mengoptimalkan nilai respon waktu suhu rendah dan naik sistem pendingin fan tersebut pada nilai rat-rata 68.33 detik.Kata Kunci: orthogonal array, pendingin cair, kipas pendingin, suhu kerja