Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Lingkungan Kerja dan Stres Kerja Terhadap Turnover Intention krismoko, krismoko
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v3i2.2450

Abstract

Perusahaan perlu melakukan pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien agar dapat mencapai performa terbaik, dan sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang harus dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh antara Gaya Kepemimpinan, Lingkungan Kerja Dan Stres Kerja Terhadap Turnover Intention Pada PT BFI Finance Indonesia, Tbk Cabang Depok. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 25.0 yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji korelasi, uji regresi linier berganda, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Gaya Kepemimpinan berpengaruh signifkan terhadap Turnover Intention sebesar Thitung - 3,505 > Ttable 1,661, Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Turnover Intention sebesar Thitung - 2,334 > Ttable 1,661, dan Stres Kerja berpengaruh signifikan terhadap Turnover Intention sebesar Thitung 2,263 > Ttable 1,661. Secara simultan menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan (X1), lingkungan kerja (X2) dan stres kerja (X3) terhadap turnover intention (Y) Fhitung 20,127 > dari F tabel 2.47 dan besarnya pengaruh adalah 41%. Pernyataan kuesioner Gaya Kepemimpinan kesatu yaitu “Pimpinan saya selalu berusaha untuk bertindak sesuai kewenangan dan mengambil Keputusan untuk mengatasi permasalahan jangka Panjang/strategis” memiliki nilai validitas tinggi yaitu 0,846. Hal ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dapat memengaruhi tingkat turnover di Perusahaan. Organisasi dapat mempertimbangkan untuk fokus pada pengembangan gaya kepemimpinan yang sesuai, agar dapat mengurangi tingkat turnover melalui peningkatan kepercayaan dan stabilitas di antara karyawan.