Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERVENSI KEPERAWATAN PADA PASIEN SCHIZOPHRENIA HALUSINASI PENDENGARAN MENGGUNAKAN TERAPI OKUPASI MENGGAMBAR Nurfalah, Muhammad Fajar; Adiyatma, Raditya; Maharani, Maharani; Fitrah, Nursabillah; Aulia, Zahrotul; Ridwan, Heri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.45592

Abstract

Pasien dengan schizophrenia sering mengalami halusinasi pendengaran yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Selama ini, penanganan yang diberikan lebih banyak bersifat medis atau farmakologis, sementara pendekatan non-obat seperti terapi okupasi belum banyak dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu terapi yang bisa digunakan adalah menggambar, karena aktivitas ini dapat membantu menenangkan pikiran dan mengalihkan perhatian dari suara halusinasi. Namun, belum banyak penelitian yang melihat secara khusus apakah terapi menggambar benar-benar efektif dalam mengurangi halusinasi pendengaran pada pasien schizophrenia. Oleh karena itu, penting untuk meneliti bagaimana pengaruh terapi okupasi menggambar dalam membantu pasien dengan schizophrenia yang mengalami halusinasi pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terapi okupasi menggambar efektif dapat membantu mengurangi halusinasi pendengaran pada pasien schizophrenia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian scoping review dengan database Google Scholar, Crossref, dan OpenAlex dengan rentang waktu 5 tahun dari tahun 2019-2024. Pencarian artikel menggunakan kata kunci Halusinasi pendengaran, skizofrenia, terapi okupasi. Hasil penelitian didapatkan tujuh artikel penelitian yang relevan. Hasil dari penelitian menunjukkan terapi okupasi menggambar terbukti efektif mengurangi gejala halusinasi, memperbaiki kemampuan kontrol diri, ekspresi emosi, serta meningkatkan fungsi sosial pasien. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa terapi okupasi menggambar merupakan sebuah intervensi yang efektif, mudah untuk diterapkan, dan aman sebagai bagian dari perawatan pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi pendengaran.
Perkembangan terapi insulin konvensional hingga insulin analog: Literatur review Khoirunnisa, Hasna; Kamilah, Putri; Adiyatma, Raditya; Syifa, Salma Nabila; Mufidah, Salwa; Nada, Zakiyyah Qothrun; Ridwan, Heri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.2054

Abstract

Background: The increasing prevalence of diabetes mellitus (DM) globally demands the development of more effective and physiological insulin therapies. Although DNA-engineered conventional human insulin has replaced animal insulin since the 1980s, conventional insulin has drawbacks, such as a pharmacokinetic profile that does not match human physiology, slow absorption, and a higher risk of nocturnal hypoglycemia. Purpose: To comprehensively assess advances in insulin therapy, highlighting key differences in pharmacokinetics, clinical efficacy, and safety between conventional and analog formulations. Method: This study employed a literature review design with a literature search of PubMed, Google Scholar, and OpenAlex databases using the keywords: "Diabetes Mellitus," "Insulin," "Insulin Analog," and "Conventional Insulin." Results: Analog insulins have a more consistent pharmacokinetic profile (such as rapid onset of action and stable duration in long-acting analogs) and potentially reduce the risk of hypoglycemia, thus improving glucose control. However, several local studies have shown that the effectiveness of analog insulins and conventional human insulin in reducing HbA1c levels and the incidence of hypoglycemia is not significantly different. Conclusion: Recent developments such as inhaled insulin, smart insulin, and artificial pancreas (closed-loop) systems offer opportunities for more personalized therapy, although cost and accessibility remain challenges.   Keywords: Analog Insulin; Conventional Insulin; Diabetes Mellitus; Insulin.                                          Pendahuluan: Meningkatnya prevalensi diabetes mellitus (DM) secara global menuntut pengembangan terapi insulin yang lebih efektif dan fisiologis. Meskipun insulin konvensional manusia yang direkayasa DNA telah menggantikan insulin hewan sejak tahun 1980-an, insulin konvensional memiliki kekurangan, seperti profil farmakokinetik yang tidak sesuai dengan fisiologi tubuh, penyerapan lambat, dan risiko hipoglikemia nokturnal yang lebih tinggi. Tujuan: Untuk menilai secara komprehensif kemajuan dalam terapi insulin, dengan menekankan perbedaan penting dalam aspek farmakokinetik, kemanjuran klinis, dan keamanan antara formulasi konvensional dan analog. Metode: Penelitian ini menggunakan desain tinjauan literatur dengan pencarian literatur dari basis data PubMed, Google Scholar, dan OpenAlex menggunakan kata kunci: "Diabetes Mellitus", "Insulin", "Insulin Analog", dan "Insulin Konvensional". Hasil: Insulin analog memiliki profil farmakokinetik yang lebih konsisten (seperti onset aksi yang cepat dan durasi yang stabil dalam analog yang bekerja lama) dan berpotensi mengurangi risiko hipoglikemia sehingga meningkatkan kontrol glukosa. Namun, beberapa studi lokal menunjukkan bahwa efektivitas insulin analog dan insulin manusia konvensional dalam menurunkan kadar HbA1c dan kejadian hipoglikemia tidak berbeda secara signifikan. Simpulan: Perkembangan terbaru seperti insulin inhalasi, insulin pintar, dan sistem artificial pancreas (closed-loop) menawarkan peluang untuk terapi yang lebih personal, meskipun kendala biaya dan aksesibilitas tetap menjadi tantangan.   Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Insulin; Insulin Analog; Insulin Konvensional.