ISPA masih jadi permasalahan kesehatan di Indonesia sebab akibatnya yang lumayan besar untuk penderitanya, terutama pada orang dewasa serta anak- anak. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2018 menyebutkan jika 56,51% anak- anak Indonesia yang berumur 1-4 tahun mengidap ISPA.metodologi single group pretest-posttest, menggunakan desain praeksperimen. yang dilakukan pada bulan April - Mei tahun 2025. Sampel peneliti sebanyak 17 balita usia 1-3 tahun yang mengalami ISPA Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, Variable penelitian ini adalah variable independen dan dependen, Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan kondisi balita sebelum dan sesudah intervensi.Sebelum dilakukan intervensi,berada pada ISPA sedang yaitu 7 orang anak (64,7%), 4 orang anak (35,3%) berada pada kategori ISPA ringan. setelah dilakukan intervensi,4 orang anak (35,3%) dinyatakan sembuh, sedangkan 7 orang anak (64,7%) masuk ke kelompok ISPA ringan. Analisis statistik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p 0,01. Angka ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi minyak kayu putih karena lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditetapkan (α 0,05).Dari penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa pemberian aromaterapi eucalyptus oil berpengaruh terhadap penurunan gejala ISPA pada balita usia 1-3 tahun di Desa Binor Kecamatan Paiton.Terjadi perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi, yang ditunjukkan melalui penurunan gejala ISPA yang semula sedang berubah menjadi ISPA ringan.