Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LITERATURE REVIEW: DAMPAK NEGATIF PERILAKU SEDENTARY LIFESTYLE TERHADAP KESEHATAN FISIK REMAJA DI INDONESIA Sholihah, Fidyatus; Efiani, Lina Mai; Drajat, Pandu Satria; Marsaoly, Asti Fitria; Rezeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47108

Abstract

Perilaku sedentary lifestyle atau gaya hidup menetap menjadi perhatian utama dalam kesehatan remaja di Indonesia karena adanya peningkatan prevalensi penyakit tidak menular seperti obesitas dan diabetes melitus. Gaya hidup ini ditandai dengan rendahnya aktivitas fisik dan tingginya durasi duduk atau berbaring tanpa disertai pengeluaran energi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak negatif dari perilaku sedentary lifestyle terhadap kesehatan fisik remaja di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Kajian ini menggunakan pendekatan literature review dengan menganalisis 10 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2021 hingga 2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu membahas dampak sedentary lifestyle terhadap kesehatan fisik remaja Indonesia dan memiliki desain penelitian korelasional. Data dikumpulkan melalui pencarian di database PubMed, ResearchGate, dan Garuda, lalu dianalisis menggunakan metode anotasi bibliografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh artikel menyatakan adanya hubungan signifikan antara sedentary lifestyle dan peningkatan risiko gangguan kesehatan fisik seperti obesitas, status gizi lebih, sindrom metabolik, serta diabetes melitus. Aktivitas sedentari yang dominan meliputi penggunaan gawai, menonton televisi, dan minimnya olahraga. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa perilaku sedentary lifestyle memberikan dampak negatif terhadap kesehatan fisik remaja di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan edukasi serta intervensi gaya hidup aktif untuk mencegah berbagai penyakit tidak menular sejak usia remaja.