Stroke menyebabkan kerusakan pada otak yang muncul mendadak dan progresif akibat gangguan peredaran darah otak non traumatic, serta menimbulkan gejala seperti kelumpuhan sesisi wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas (pelo), perubahan kesadaran, dan gangguan penglihatan. Faktor utama penyebab stroke adalah hipertensi. Selain itu adalah merokok dan diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kejadian Stroke Iskemik pada pasien di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh dengan analisis kuantitatif desain Case Control Retrospective dengan 25 sampel kasus dan 25 sampel kontrol karakteristik jenis kelamin dan usia. Analisis Univariat, Bivariat, dan Multivariat dilakukan pada program SPSS 24.0. Hasil analisis univariat menunjukkan responden tidak merokok: 48% kasus dan 64% kontrol, riwayat hipertensi: 88% kasus memiliki riwayat dan 76% kontrol tidak, aktivitas fisik: 80% kasus beraktivitas fisik ringan dan 40% kontrol beraktivitas fisik sedang, responden kadar gula darah: normal: 64% kasus dan 92% kontrol, responden berpengetahuan cukup 68% kasus, dan responden berpengetahuan baik 40% kontrol. Analisis Bivariat menunjukkan ada hubungan riwayat hipertensi (p-Value 0.000), aktivitas fisik (p-Value 0.000), kadar gula darah (p-Value 0.041), dan pengetahuan responden (p-Value 0.005) dengan kejadian stroke iskemik. Tidak ada hubungan antara status merokok (p-Value 0.393) dengan kejadian stroke iskemik. Analisis multivariat menunjukkan riwayat hipertensi (OR 83.002) memiliki faktor resiko paling besar terjadinya stroke iskemik.