Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA LITERASI KESEHATAN MENTAL DENGAN STIGMA GANGGUAN JIWA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Nisa, Ninda Khairul; Widodo, Arif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49108

Abstract

Stigma terhadap gangguan jiwa masih menjadi tantangan besar dalam upaya promosi kesehatan mental, termasuk di lingkungan akademik. Mahasiswa keperawatan, sebagai calon tenaga kesehatan, memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pelayanan keperawatan jiwa. Oleh karena itu, diharapkan mereka memiliki pemahaman dan sikap yang positif terhadap individu dengan gangguan jiwa. Salah satu faktor yang diyakini dapat memengaruhi stigma tersebut adalah literasi kesehatan mental, yaitu kemampuan individu dalam mengakses, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan mental untuk membuat keputusan yang tepat. Namun, tingkat pengetahuan belum tentu selalu sejalan dengan sikap yang ditunjukkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara literasi kesehatan mental dengan stigma gangguan jiwa pada mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling dengan mengambil sampel sebanyak 77 mahasiswa. Instrumen penelitian untuk variable literasi kesehatan mental menggunakan Mental Health Literacy Questionnaire-Short version adult (MHLq-Sva) yang disusun oleh Campos et al. (2022) dan variabel stigma gangguan jiwa menggunakan Perceived-Devaluation Discrimination oleh Mora‑Ríos dan Ortega (2021). Berdasarkan analisis korelasi Spearman diperoleh hasil P-Value = 0.584 (p>0,05) yang menunjukkan bahwa Ho diterima dan H1 ditolak, yang menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan mental dengan stigma gangguan jiwa.  
PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS PADA USIA PRODUKTIF: SCREENING AWAL DAN PENYULUHAN DI DESA SRATEN KECAMATAN GATAK Auladi, Muhammad Naufal Mizan; Putri, Anggiana Mawadda; Santoso , Khalisha Ramdhani; Azizah , Jihan Nur; Lefia, Rafika Hasmi; Basyasyah, Fairuz Salsabila; Zahra, Fatia Hilmi; Dewi, Sylfi Carmelia; Az-Zahra, Nafis Fatikhah; Khoirunnisa, Zahra; Nisa, Ninda Khairul; Rukmana, Livya Apriani; Musharrafah, Musharrafah; Pristianto, Arif; Estu Werdani, Kusuma
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3, No.1, Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is one of the chronic metabolic diseases whose incidence continues to increase, especially in productive age. This screening and counseling activity aims to detect diabetes mellitus early and provide counseling related to the prevention and management of diabetes mellitus in productive age communities in Sraten Village, Gatak District, Sukoharjo Regency. The method used includes initial screening of diabetes mellitus using blood sugar checks, blood pressure checks, and body mass index measurements. Then, participants filled out a pre-test of knowledge about diabetes mellitus, followed by counseling on diabetes mellitus, risk factors, signs and symptoms, as well as efforts to prevent and manage diabetes mellitus, and ended with filling out a post-test. A total of 50 residents of Sraten Village who are of productive age participated in this activity. The results of this activity obtained an increase in community understanding of the risk factors and symptoms of diabetes mellitus. Evaluation of this activity showed a good understanding of diabetes mellitus and enthusiasm and active participation from the community to make efforts to prevent and manage diabetes mellitus. The conclusion of this activity is the need for e arly detection and counseling related to diabetes mellitus on a regular basis to increase public awareness, especially at productive age, in efforts to prevent and manage diabetes mellitus. Suggestions that can be given are that similar activities can be carried out routinely for f ollow-up in the form of periodic monitoring and involve more participants from various age groups.