Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI LANSIA DI PANTI SOSIAL HARAPAN KITA PALEMBANG Fadilah, R.A.; Satriana, Alya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49191

Abstract

Pada lansia masalah kesehatan yang sering terjadi saat ini adalah angka kesakitan akibat penyakit degeneratif ini disebabkan karena meningkatnya jumlah lansia, disamping itu masih ada kasus penyakit infeksi dan kekurangan gizi kurang. Pola makan merupakan faktor penting yang mempengaruhi kehidupan lansia. Kebiasaan makan yang tidak sehat dapat menjadi penyebab berkurangnya kebiasaan makan pada lansia dan salah satu faktor risiko meningkatnya kebiasaan makan yang tidak teratur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi lansia di Panti Sosial Harapan Kita Palembang Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua lansia yang ada di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang. Menggunakan purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi dengan jumlah sampel 30 responden. Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi sebagian besar responden memiliki pola makan yang baik sebanyak 22 responden (73,3%), sebagian besar responden memiliki status gizi yang normal sebanyak 13 responden (43,3%). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan pola makan dengan status gizi lansia di Panti Sosial Harapan Kita Palembang Tahun 2025 dengan nilai p.value = 0,020. Saran diharapkan pihak panti dapat meningkatkan perhatian terhadap pola makan lansia dengan menyediakan menu yang seimbang dan sesuai kebutuhan gizi. Selain itu, penting untuk melakukan pemantauan berkala terhadap status gizi lansia guna mencegah terjadinya kekurangan atau kelebihan gizi.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI POLI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ERNALDI BAHAR PROVINSI SUMATERA SELATAN Fadilah, R.A.; Septiani, Ruri Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49192

Abstract

Halusinasi merupakan gangguan persepsi dimana pasien mengekspresikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Halusinasi pendengaran merupakan jenis halusinasi yang paling banyak ditemukan. Salah satu faktor penyebab terjadinya kekambuhan pada pasien halusinasi pendengaran adalah kurangnya peran serta keluarga dalam perawatan terhadap anggota keluarga yang menderita penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kekambuhan pada pasien halusinasi pendengaran di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan. Dengan mengambil data penderita halusinasi pendengaran pada tahun 2024 sebagai populasi penelitian. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian adalah keluarga pasien halusinasi pendengaran di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 91 orang. Metode pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga. Desain penelitian menggunakan studi korelasional dengan pendekatan cross sectional, dan melakukan analisa data dalam bentuk univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji Chi-Square didapati nilai p value < 0,05 maka disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kekambuhan pada pasien halusinasi pendengaran di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada keluarga agar dapat memberikan dukungan yang baik supaya dapat menekan angka kekambuhan pada pasien halusinasi pendengaran karena keluarga merupakan orang atau lingkungan terdekat penderita, semakin erat dukungan keluarga maka semakin kecil tingkat kekambuhan yang dialami.