This Author published in this journals
All Journal JURNAL KONFIKS
Rini Marta Zohana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TEACHERS’ DIRECTIVE SPEECH ACTS IN INDONESIAN LANGUAGE INSTRUCTION Rini Marta Zohana
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/xsmww371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan tindak tutur direktif oleh guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Al-Madinah Islamic Boarding School. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari dua guru Bahasa Indonesia, yaitu Anggi Nofrizon dan Yasmin Delta Kori, yang dipilih berdasarkan perbedaan gaya mengajar untuk memperoleh variasi data. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap (SBLB), rekam, dan catat, dengan peneliti sebagai instrumen utama dibantu alat perekam (Redmi 12) dan catatan lapangan. Data berupa tuturan guru diklasifikasikan ke dalam bentuk tindak tutur direktif (meminta, memerintah, bertanya, melarang, memohon, dan memberi nasehat), strategi bertutur (bertutur terus terang, basa-basi kesantunan positif, basa-basi kesantunan negatif, bertutur samar-samar, dan bertutur dalam hati), serta dianalisis berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa (maksim kebijaksanaan, maksim kesederhanaan, maksim penghargaan, maksim pemufakatan, dan maksim kesimpatian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tindak tutur yang paling dominan adalah bertanya (98 data), strategi bertutur yang paling sering digunakan adalah bertutur terus terang (170 data), dan prinsip kesantunan yang paling dominan adalah maksim penghargaan (145 data). Temuan ini menunjukkan bahwa guru cenderung menggunakan komunikasi langsung dan pertanyaan terbuka untuk meningkatkan partisipasi siswa, namun tetap perlu mempertimbangkan aspek kesantunan agar suasana belajar tetap mendukung dan humanis.