Upaya untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut harus dilakukan sejak dini. Anak yang memiliki kebiasaan menggosok gigi kurang baik beresiko mengalami karies gigi 7,3 kali lebih besar dibanding dengan anak yang memiliki kebiasaan menggosok gigi yang baik. Sehingga peneliti ingin melihat tentang hubungan pengetahuan dan motivasi individu dengan kebersihan gigi dan mulut pada anak sekolah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi individu dengan kebersihan gigi dan mulut di MIS Darul Aman. Penelitian ini menggunakan rancangan survey cross sectional yaitu adalah studi yang mempelajari adanya hubungan atau korelasi antara faktor resiko dengan dampak. Pendekatan yang dilakukan berupa observasi atau pengumpulan data sekaligus pada waktu tertentu. Dianalisis menggunakan uji chi-square, sampel penelitian menggunakan purposive sampling sebanyak 87 responden diambil dari umur 8-11 tahun.Hasil penelitian hubungan pengetahuan individu dengan kebersihan gigi dan mulut di MIS Darul Aman sebagian besar adalah kurang sebanyak 41 (47,1%) murid dengan nilai kebersihan gigi dan mulut yang buruk sebanyak 22 (53,6%) murid. Dan hasil penelitian hubungan motivasi individu dengan kebersihan gigi dan mulut di MIS Darul Aman sebagian besar berada di kategori sedang sebanyak 12 (32,4%) murid dengan nilai kebersihan gigi dan mulut yang sedang sebanyak 22 (59,4%).Kesimpulan adalah terdapat hubungan motivasi individu dengan kebersihan gigi dan mulut di MIS Darul Aman. Disarankan untuk dilakukan tindakan promotif yaitu penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut dari petugas Puskesmas dan adanya kerjasama antara pihak puskesmas maupun kampus kesehatan gigi dengan pihak sekolah untuk melakukan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut.