Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, khususnya pada populasi rentan seperti balita. Data WHO menunjukkan prevalensi ISPA pada balita mencapai 42,91%, sementara di Indonesia angka prevalensi mencapai 25,4%. Peran pengetahuan ibu sangat krusial dalam upaya pencegahan dan penanganan ISPA pada balita, namun masih terdapat keterbatasan pemahaman yang dapat mempengaruhi keberhasilan pencegahan penyakit ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu balita mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Bagian Atas di Klinik Pera tahun 2025, meliputi aspek definisi, cara penularan, tanda gejala, faktor risiko, dan upaya pencegahan ISPA.Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Populasi penelitian adalah ibu balita yang berkunjung ke Klinik Pera berjumlah 47 responden dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang terdiri dari 13 pernyataan dengan kategorisasi baik (80-100%), cukup (60-79%), dan kurang (<60%).Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan baik mengenai ISPA sebanyak 32 orang (68,1%) dan pengetahuan cukup sebanyak 15 orang (31,9%). Berdasarkan aspek pengetahuan, pemahaman tertinggi pada faktor risiko (89,4%), diikuti definisi ISPA (85,1%), penularan (83,0%), tanda gejala (80,9%), sedangkan aspek pencegahan menunjukkan persentase terendah (68,1%).Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu balita mengenai ISPA di Klinik Pera tergolong baik, namun masih diperlukan program edukasi berkelanjutan khususnya pada aspek pencegahan untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam menerapkan upaya pencegahan ISPA secara optimal pada balita.