Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Jus Kurma dan Jus Daun Kelor terhadap Kadar Hemoglobin Remaja Putri Elia Kontesa; Suparmi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3762

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi, dipicu oleh kehilangan darah saat menstruasi serta asupan gizi yang kurang memadai. Secara global, prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 29,9% (WHO, 2023). Di Indonesia, prevalensinya sebesar 23,7% menurut Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, sementara di Kabupaten Muara Enim tercatat 20,79% pada tahun yang sama. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui terapi non-farmakologi berupa jus kurma dan jus daun kelor, yang mengandung zat besi serta nutrisi penting dalam pembentukan hemoglobin.. Penelitian menggunakan rancangan quasi experimental dengan time series design. Sampel terdiri dari 20 siswi SMA PGRI Gelumbang yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu A yang menerima jus kurma dan B yang mendapat jus daun kelor. Kadar HB diukur sebelum serta sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji t independen dan Mann-Whitney. Rata-rata peningkatan kadar HB pada kelompok A sebesar 2,02 g/dL, sedangkan kelompok B sebesar 2,00 g/dL. Uji t independen menunjukkan jus kurma memberikan peningkatan signifikan terhadap kadar HB (p < 0,001), namun uji Mann-Whitney memperlihatkan tidak ada perbedaan yang signifikan di antara kedua kelompok (p > 0,05). Hasil analisis statistik memperlihatkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p > 0,05) antara kedua kelompok. Dengan demikian, jus kurma maupun jus daun kelor sama-sama dapat dijadikan alternatif terapi non-farmakologi untuk meningkatkan kadar HB pada remaja putri dengan anemia ringan atau yang berisiko anemia.