Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pencemaran Lingkungan dan Bioakumulasi Timbal (Pb) pada Perna viridis L. di Pantai Teluk Penyu, Cilacap Salsabilla, Nadia Amanda; Hartoyo, Hartoyo; Haryati, Ani
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik - Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Teluk Penyu sebagai destinasi wisata di Kabupaten Cilacap yang berdekatan dengan kawasan industri pengilangan minyak, menghadapi risiko peningkatan akumulasi limbah berbahaya, termasuk logam berat Pb yang dapat mencemari perairan pantai. Selain tumpahan minyak, air ballast dari aktivitas kapal di perairan Teluk Penyu dapat menyumbangkan Pb ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cemaran logam berat Pb di lingkungan dan bioakumulasi kerang hijau (Perna viridis) di Pantai Teluk Penyu, dengan menggunakan alat Flame Atomic Absorption Spectometry (FAAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat Pb air yaitu 0,007-0,009 mg/L, sementara kandungan Pb sedimen berkisar antara 12,44–29,95 mg/kg. Analisis statistika menunjukkan Pb air memiliki hubungan negatif yang cukup kuat dengan pH air, sedangkan Pb sedimen berhubungan kuat dengan liat. Perhitungan Indeks Pencemaran (PI) pada kolom air menunjukkan bahwa perairan Teluk Penyu dikategorikan tidak tercemar (PI≤1) hingga tercemar ringan (1PI≤2) dengan nilai PI rata-rata 1,00 dan pengukuran Indeks geoakumulasi (I-geo) ratarata memiliki nilai -0,57 yang menunjukkan bahwa sedimen perairan Teluk Penyu tidak mengalami pencemaran (I-geo1). Sementara itu, kandungan logam berat Pb pada kerang hijau adalah 0,20–0,54 mg/kg dan tergolong pada akumulator rendah (BCF100). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kerang hijau di Pantai Teluk Penyu masih tergolong aman untuk dikonsumsi sebagai produk pangan perikanan.AbstractTeluk Penyu Beach, as a touristm site in Cilacap Regency adjacent to the oil refining industrial area, faces the risk of increasing accumulation of hazardous waste, including heavy metal Pb, which can pollute coastal waters. In addition to oil spills, ballast water from maritime activities in the area may contribute to Pb contamination in coastal waters. This study aimed to analyze the content of heavy metal Pb in the aquatic environment and green mussels (Perna viridis) at Teluk Penyu Beach, using Atomic Absorption Spectrometry (AAS). The results showed that the concentration of heavy metal Pb in water was of 0,007-0,009 mg/L, while sediment Pb levels varied between 12,44–29,95 mg/kg. Statistical analysis showed a moderately strong negative correlation between Pb in water and pH (ρ = –0,717), and a strong positive correlation between Pb in sediment and clay (ρ = –0,833). Pollution Index (PI) for the water column indicated unpollution (average PI=1,00; PI≤1), and the Geoaccumulation Index (I-geo) average -0,57; signiflying an unpolluted sedimen status (I-geo1). Pb concentration in green mussels was 0,20–0,54 mg/kg and was categorized as a low accumulator. The results showed that green mussels on Teluk Penyu Beach are still considered safe for consumtionas fishery food products.