Nurhayati, Fitriani
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Keterlibatan Perempuan dalam Dinasti Fathimiyah : Implikasi Untuk Kesetaraan Gender di Era Saat Ini Nurhayati, Fitriani
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 3 (2025): Juli - September
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i3.25627

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas peran perempuan dalam Dinasti Fathimiyah (909–1171 M) serta implikasinya terhadap kesetaraan gender di masyarakat masa kini. Dinasti Fathimiyah dikenal sebagai salah satu kekhalifahan penting dalam sejarah Islam yang memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan aktif di bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui analisis dokumen sejarah dan wawancara mendalam untuk menelusuri kontribusi perempuan Fathimiyah, khususnya dalam pendirian institusi pendidikan seperti masjid dan perpustakaan, serta partisipasi mereka dalam kegiatan wakaf yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perempuan tidak memegang kekuasaan politik secara formal, mereka memiliki pengaruh besar sebagai pendidik, pengelola wakaf, dan pelestari budaya ilmiah. Kontribusi ini menjadi inspirasi bagi upaya kesetaraan gender di era modern, menegaskan pentingnya partisipasi perempuan dalam pendidikan dan pengambilan keputusan. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya diskusi tentang posisi perempuan dalam sejarah Islam dan memberikan perspektif baru bagi gerakan kesetaraan gender kontemporer.
Keterlibatan Perempuan dalam Dinasti Fathimiyah : Implikasi Untuk Kesetaraan Gender di Era Saat Ini Nurhayati, Fitriani
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 3 (2025): Juli - September
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i3.25627

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas peran perempuan dalam Dinasti Fathimiyah (909–1171 M) serta implikasinya terhadap kesetaraan gender di masyarakat masa kini. Dinasti Fathimiyah dikenal sebagai salah satu kekhalifahan penting dalam sejarah Islam yang memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan aktif di bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui analisis dokumen sejarah dan wawancara mendalam untuk menelusuri kontribusi perempuan Fathimiyah, khususnya dalam pendirian institusi pendidikan seperti masjid dan perpustakaan, serta partisipasi mereka dalam kegiatan wakaf yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perempuan tidak memegang kekuasaan politik secara formal, mereka memiliki pengaruh besar sebagai pendidik, pengelola wakaf, dan pelestari budaya ilmiah. Kontribusi ini menjadi inspirasi bagi upaya kesetaraan gender di era modern, menegaskan pentingnya partisipasi perempuan dalam pendidikan dan pengambilan keputusan. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya diskusi tentang posisi perempuan dalam sejarah Islam dan memberikan perspektif baru bagi gerakan kesetaraan gender kontemporer.
Hadis Tarbawi Sebagai Landasan Filosofis dan Praktis dalam Mewujudkan Pendidikan Islam di Sekolah Nurhayati, Fitriani
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 10, No 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v10i1.27727

Abstract

ABSTRACT Islamic education in the modern era faces a significant challenge in balancing academic achievement with spiritual and character development. This research aims to analyze the urgency of Hadis Tarbawi (educational traditions of the Prophet) as a fundamental basis for realizing the goals of Islamic education in schools. Using a qualitative method with a literature study approach, this article examines the classification of Hadis covering moral, intellectual, and spiritual aspects. The results indicate that Hadis Tarbawi is not merely a doctrinal text but a practical guide for forming individuals who are faithful, knowledgeable, and possess noble character. The success of Islamic education relies heavily on integrating Hadis values into the curriculum and creating a school environment based on the principles of Tarbiyah Nabawiyah (Prophetic education). This integration helps build a generation that maintains a balance between worldly knowledge and faith, while possessing strong moral integrity to face global challenges.     
Hadis Tarbawi Sebagai Landasan Filosofis dan Praktis dalam Mewujudkan Pendidikan Islam di Sekolah Nurhayati, Fitriani
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 10, No 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v10i1.27727

Abstract

ABSTRACT Islamic education in the modern era faces a significant challenge in balancing academic achievement with spiritual and character development. This research aims to analyze the urgency of Hadis Tarbawi (educational traditions of the Prophet) as a fundamental basis for realizing the goals of Islamic education in schools. Using a qualitative method with a literature study approach, this article examines the classification of Hadis covering moral, intellectual, and spiritual aspects. The results indicate that Hadis Tarbawi is not merely a doctrinal text but a practical guide for forming individuals who are faithful, knowledgeable, and possess noble character. The success of Islamic education relies heavily on integrating Hadis values into the curriculum and creating a school environment based on the principles of Tarbiyah Nabawiyah (Prophetic education). This integration helps build a generation that maintains a balance between worldly knowledge and faith, while possessing strong moral integrity to face global challenges.