ABSTAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebijakan pembangunan ketahanan keluarga melalui peran Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) yang menjadi tanggung jawab Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat. Era globalisasi telah memberikan dampak signifikan terhadap tatanan kehidupan keluarga dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, dan teknologi informasi, yang turut memicu kerapuhan keluarga. Oleh karena itu, diperlukan peran MOTEKAR dalam memperkuat ketahanan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan mengacu pada model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn, yang menekankan enam variabel utama: ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik instansi pelaksana, komunikasi antarlembaga, sikap pelaksana, serta lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ketahanan keluarga oleh MOTEKAR telah dilakukan berdasarkan regulasi daerah dan program DP3AKB, khususnya dalam pengasuhan anak dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga. Namun, proses implementasi belum optimal karena masih terdapat berbagai faktor penghambat. Kesimpulannya, meskipun telah terdapat dasar regulasi dan upaya pelaksanaan program, keberhasilan implementasi kebijakan ketahanan keluarga melalui MOTEKAR di Jawa Barat masih memerlukan penguatan dalam berbagai aspek. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Pembangunan Ketahanan Keluarga, dan Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR).