Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Wujud dan Pelanggaran Etika Jawa dalam Novel Srimpi Pamor Karya Purwadmadi Dinda Novita; Sungging Widagdo
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v8i1.18816

Abstract

Kemunculan konflik akibat pelanggaran etika Jawa menunjukkan kurangnya kesadaran terhadap etika. Sehingga penelitian ini memiliki tujuan untuk menguraikan wujud dan pelanggaran etika masyarakat Jawa dalam novel Srimpi Pamor sebagai bentuk motivasi bagi generasi saat ini. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori etika Jawa Franz Magnis Suseno. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data baca dan catat. Kemudian dianalisis dan dijabarkan sampai pada tahap penyimpulan hasil. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya kecondongan terhadap tindakan dan tingkah laku tokoh dalam novel Srimpi Pamor yang masih menaati aturan-aturan yang berlaku. Terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa tokoh di dalam novel, yang menyebabkan keselarasan sosial dan batin terganggu. Namun, secara keseluruhan novel Srimpi Pamor menunjukkan adanya ketaatan masyarakat Jawa terhadap etika Jawa. ketaatan ini berupa tindakan, tingkah laku, dan perkataan masyarakat yang sesuai dengan etika Jawa untuk menghindari terjadinya konflik yang menyebabkan keselarasan hidup terganggu. Sehingga, hasil yang didapat bisa dijadikan sebagai motivasi kehidupan yang beretika bagi generasi saat ini dan seterusnya.
Struktur Kepribadian Tokoh dalam Novel Perawan Semarang Karya Vidi Widajat Berdasarkan Psikoanalisis Sigmund Freud Ika Sari Ayuning Tyas; Sungging Widagdo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam, rinci, dan terstruktur tentang struktur kepribadian tokoh dalam novel Perawan Semarang berdasarkan psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan objektif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Perawan Semarang karya Vidi Widajat. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata, frasa, atau kalimat yang mengandung identitas masalah berupa id, ego, dan superego dari tokoh dalam novel Perawan Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Dalam penelitian ini ditemukan 119 data dengan klasifikasi 61 data struktur kepribadian id, 40 data struktur kepribadian ego, dan 18 data struktur kepribadian superego. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses kreatifnya, Vidi Widajat menggunakan struktur kepribadian tokoh yang lebih dominan pada sisi Id. Struktur kepribadian id pada seseorang yang lebih dominan tidak akan menimbulkan masalah jika mampu dikendalikan dengan baik. Namun sebaliknya, ketika Id tidak mampu dikendalikan, maka kesehatan mentalnya akan terganggu dan rentan mengalami masalah sosial. Id yang dominan pada seseorang akan menimbulkan cara untuk bereaksi terhadap keadaan secara berlebihan. Orang yang tidak seimbang struktur kepribadiannya akan mengalami gangguan kepribadian. Dari gangguan kepribadian ini, seseorang cenderung mengalami gangguan mental yang dapat disebut sebagai gangguan kesehatan mental. Oleh karena itu, keseimbangan struktur kepribadian diperlukan ketika menyikapi suatu keadaan. Kesehatan mental tokoh dalam novel ini menjadi motif dari konflik yang muncul dalam alur cerita. Melalui novel Perawan Semarang, Vidi Widajat menampilkan cerita dari realitas kehidupan yang diwujudkan melalui struktur kepribadian yang berbeda-beda.
Ujub Bersih Dhusun Gobed Kasembon Kabupaten Malang dalam Perspektif Semiotika Roland Barthes Dimas Tegar Vebriano; Sungging Widagdo; Dandung Adityo Argo Prasetyo
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 8 No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v8i1.8232

Abstract

The Bersih Dhusun Gobed tradition is often perceived by some members of the community as a form of shirk due to the presence of ujub, which is assumed to contain mystical elements. This perception arises from a limited understanding, as people generally only hear the recitation of ujub without fully comprehending its linguistic structure, content, and deeper meaning. Therefore, this study aims to analyze the words, phrases, sentences, and discourse of ujub in the Bersih Dhusun Gobed tradition in order to reveal its meaning and function within the ritual context. This research employs a descriptive qualitative method with an objective approach, focusing on the textual analysis of ujub as a form of oral literature. The findings show that ujub represents an oral literary form of Javanese poetry characterized by poetic elements such as purwakanthi guru swara, purwakanthi guru sastra, and the use of syntactic repetition. In addition, ujub contains prayers and supplications addressed to Gusti Allah, symbolically conveyed through offerings and expressions of respect toward ancestors. Thus, the ujub mantra can be understood as a form of modern Javanese poetic expression that functions as a medium of prayer and cultural articulation.
Relativitas Kelicikan Jawa: Analisis Semiotika Lakon Banjaran Sengkuni Ki Purbo Asmoro Christina Diah Pangesti; Sucipto Hadi Purnomo; Sungging Widagdo
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i1.2819

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji relativitas kelicikan dalam kebudayaan Jawa. Unit analisis penelitian berupa pertunjukan wayang kulit dengan lakon Banjaran Sengkuni oleh Ki Purbo Asmoro. Dengan menggunakan model analisis semiotika Roland Barthes dan Charles Charles Sanders Peirce, penelitian ini mengungkap konstruksi kelicikan pada tataran denotatif, konotatif, dan mitos yang dibangun melalui tuturan dan tindakan tokoh Sengkuni dalam lakon tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelicikan tokoh Sengkuni bersifat relatif, karena dalam konteks tertentu dimaknai sebagai bentuk loyalitas keluarga, instrumen kelanggengan kekuasaan, dan kecerdasan strategi untuk memperoleh kekuasaan. Ttemuan ini menegaskan bahwa wayang kulit tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan dan pendidikan moral, tetapi juga sebagai ruang refleksi kritis terhadap dinamika sosial dan praktik kekuasaan yang terus relevan dengan kehidupan masyarakat.