Haryanti, Umi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMIKIRAN DAKWAH BAIDUZZAMAN SAID NURSI Haryanti, Umi; Supriadin J, Irwan
JEMARI : Jurnal Edukasi Mahasiswa Sunan Giri Vol 2 No 2 (2024): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/jemari.v2i2.895

Abstract

This article discusses Bediuzzaman Said Nursi's thoughts on da'wah, emphasizing Risale-i Nur as the foundation of the da'wah movement and the development of a modern Islamic community. This study uses a literature review method, analyzing various primary and secondary literature related to Nursi's works and the socio-political context of Turkey at that time. The results of the study show that Nursi's thoughts contain four main concepts: Murasalah as a form of tabligh to spread the Risale-i Nur; Ustadhiyyah al-Qur'an as the basis for change (taghyir) towards spiritual and social transformation; al-Shahs al-Ma'nawi as a form of takwin al-ummah in strengthening solidarity and amar ma'ruf nahi munkar; and al-Fana' fi al-Ikhwan as a principle of brotherhood in realizing khairiyyah al-ummah. These concepts emphasize that Nursi's da'wah does not only focus on ritual aspects, but also on building a community with noble character that is progressive and responsive to the challenges of modernity. Thus, Said Nursi's thoughts are relevant to be used as a paradigm for contemporary da'wah in building an Islamic civilization based on the Qur'an, Sunnah, and communitarian values.
Digital Literacy Ethics in Learning Islamic Religious Education Haryanti, Umi; Hermawansyah, Hermawansyah; Indriani, Irma
Fitrah Vol 16 No 2 (2025): December
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v16i2.1092

Abstract

Penelitian ini, mengkaji penerapan etika literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui aktivitas komunitas dakwah digital di Facebook. Dengan pendekatan kualitatif guru PAI sebagai pengguna aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Facebook bukan platform pendidikan formal, melainkan media ini telah dimanfaatkan sebagai ruang alternatif dalam menyampaikan nilai-nilai Islam. Sebagian pengguna menunjukkan etika digital yang baik melalui verifikasi konten, penyampaian santun, dan moderasi diskusi. Namun, praktik penyimpangan juga ditemukan, seperti penyebaran informasi provokatif dan narasi intoleran. Hal ini menunjukkan bahwa literasi digital dalam konteks dakwah masih bersifat dinamis dan belum sepenuhnya etis. Penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan kompetensi etika digital bagi pendidik agama agar media sosial benar-benar dapat berfungsi sebagai sarana edukasi yang valid. Temuan ini memperkuat pentingnya membangun ekosistem dakwah digital yang sehat dan bertanggung jawab. Maka, perlu adanya penguatan kompetensi etika digital bagi pendakwah, termaksuk guru PAI, agar media sosial benar-benar berfungsi sebagai sarana pendidikan yang bijak.