Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diversifying Dietary Options: A Strategic Path to Reducing Stunting in East Nusa Tenggara (NTT) Karim, Mohammad Monjurul; Arisonaningtyas, Dina; A. Kikon, Rhondemo
Health Dynamics Vol 2, No 9 (2025): September 2025
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd20904

Abstract

Stunting remains a pressing public health issue in Indonesia, with East Nusa Tenggara (NTT) recording a prevalence of 37% in 2024- nearly twice the national average. The challenge lies less in calorie deficiency and more in poor diet quality driven by limited dietary diversity. While Indonesia has reduced its national stunting rate to 19.8%, progress in high-burden provinces like NTT remains slow, hindered by inadequate resource allocation and continued reliance on water-intensive rice cultivation in a predominantly dry climate. Locally resilient crops such as sorghum (Sorghum bicolor) and moringa (Moringa oleifera) present viable solutions. Both crops thrive in semi-arid conditions and offer nutrient-dense alternatives to rice, addressing protein, iron, and vitamin A deficiencies that contribute to stunting. Recent studies in NTT show that sorghum- and moringa-based foods improve child growth indicators, demonstrating their potential as scalable interventions. Promoting diversified, locally rooted food systems can not only combat stunting but also reduce wasting and underweight, making food diversification a cornerstone of sustainable nutrition strategies in NTT.
Gambaran Gangguan Kognitif Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Klinik Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta: A Cross Sectional Study Arisonaningtyas, Dina
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i2.21084

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi sistem saraf pusat, termasuk penurunan kognitif. Skrining gangguan kognitif pada pasien DMT2 sering tidak rutin dilakukan, sehingga banyak kasus yang tidak terdeteksi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai gambaran gangguan kognitif pada pasien DMT2 di Klinik BAZNAS Yogyakarta Healthy House. Studi deskriptif cross sectional ini dilakukan terhadap 25 pasien DMT2 yang dipilih melalui stratified random sampling berdasarkan strata usia (<60 tahun dan ≥60 tahun). Fungsi kognitif dinilai menggunakan kuesioner Mini-Mental State Examination (MMSE), dan data dianalisis secara deskriptif serta uji Chi-Square untuk melihat hubungan variabel demografis dengan fungsi kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan (84%; n=21) memiliki fungsi kognitif normal. Namun, ditemukan 12% (n=3) pasien dengan kemungkinan gangguan kognitif dan 4% (n=1) dengan gangguan kognitif definitif. Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pekerjaan dengan gangguan kognitif (p>0,05). Mayoritas pasien DMT2 memiliki fungsi kognitif normal. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya skrining awal dan intervensi yang ditargetkan untuk individu berisiko guna mencegah penurunan lebih lanjut. Kata kunci: Gangguan Kognitif, Diabetes Melitus Tipe 2, Mini-Mental State Examination