Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Rupiah Indonesia (IDR) sangat penting untuk menilai kekuatan ekonomi nasional. Perubahan nilai tukar secara signifikan dipengaruhi oleh berbagai faktor luar, termasuk harga minyak mentah di pasar global. Mengingat volatilitas pasar global yang tinggi, diperlukan suatu metode untuk memprediksi fluktuasi yang dapat mengintegrasikan dampak dari elemen eksternal secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi nilai tukar USD terhadap IDR melalui model ARIMAX, yang menggabungkan komponen autoregressive integrated moving average dan variabel eksternal. Analisis ini didasarkan pada catatan harian untuk tahun 2024, dengan fokus pada nilai tukar USD/IDR sebagai variabel dependen dan harga minyak mentah dunia sebagai variabel independen. Kedua set data ditransformasi menggunakan logaritma natural dan selisih untuk mencapai stasioneritas. Model optimal yang diidentifikasi untuk variabel dependen adalah ARIMA (3,1,3), sementara variabel independen diwakili oleh ARIMA (1,1,1). Melalui evaluasi prewhitening dan korelasi silang, struktur fungsi transfer yang paling sesuai ditentukan dengan parameter (b,r,s) = (2,0,1). Uji diagnostik yang dilakukan terhadap model ARIMAX yang dihasilkan mengkonfirmasi tidak adanya autokorelasi atau korelasi silang pada residual dan data input, yang menunjukkan bahwa asumsi-asumsi dasar dari model telah terpenuhi. Peramalan nilai tukar USD/IDR untuk Januari 2025 memberikan hasil yang baik, tercermin dari Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 0.811%, Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 150.616, dan Mean Absolute Error (MAE) sebesar 131. 616, dan Mean Absolute Error (MAE) sebesar 131. 449. Temuan ini menunjukkan bahwa model ARIMAX menunjukkan tingkat akurasi yang kuat dan secara efektif meramalkan nilai tukar mata uang dengan memasukkan faktor eksternal.