Motion sickness merupakan gangguan umum yang dialami sebagian jemaah umrah selama penerbangan. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan keringat dingin, yang dapat mengganggu kenyamanan jemaah. .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan obat antihistamin dalam mengatasi motion sickness pada penumpang pesawat jemaah umrah, gejala yang dialami, serta efek samping yang timbul. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 34 responden jemaah umrah di Provinsi Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung terhadap responden yang terbagi dari tiga biro umrah. Hasil menunjukkan bahwa 24% responden mengalami motion sickness dengan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan keringat dingin. Dari 19% responden yang mengkonsumsi obat antimabuk, mayoritas menggunakan Dimenhydrinate, dengan rata-rata waktu kerja obat sekitar satu jam. Sebanyak 64,3% menyatakan obat sangat membantu, namun efek samping seperti kantuk disampaikan oleh responden sebanyak 35,3%. Selain penggunaan obat, untuk mengatasi motion sickness digunakan metode seperti konsumsi obat herbal, permen, aromaterapi, dan tidur selama perjalanan dilakukan responden sebagai upaya pencegahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa antihistamin generasi pertama cukup efektif dalam menangani motion sickness meskipun memiliki efek mengantuk. Diperlukan edukasi kepada jemaah mengenai penggunaan obat yang tepat serta metode alternatif yang aman dan efektif sebagai pencegahan tambahan. Motion sickness is a common condition experienced by some Umrah pilgrims during flights. This condition is characterized by symptoms such as nausea, vomiting, dizziness, and cold sweats, which can disrupt the comfort of the pilgrims. This study aims to determine the effectiveness of antihistamine use in overcoming motion sickness among Umrah airplane passengers, the symptoms experienced, and the side effects that arise. The research method used is descriptive with a cross-sectional approach, involving 34 Umrah pilgrims in West Java Province. Data were collected through direct interviews with respondents from three Umrah travel agencies. The results showed that 24% of respondents experienced motion sickness with symptoms such as nausea, vomiting, dizziness, and cold sweats. Among 19% of respondents who consumed anti-motion sickness drugs, the majority used Dimenhydrinate, with an average onset of action of about one hour. A total of 64.3% stated that the medication was very helpful, although side effects such as drowsiness were reported by 35.3% of respondents. In addition to medication use, respondents also used methods such as consuming herbal remedies, candies, aromatherapy, and sleeping during the flight as preventive measures. This study concludes that first-generation antihistamines are quite effective in managing motion sickness, although they have drowsiness as a side effect. Education is needed for pilgrims regarding the proper use of medication as well as safe and effective alternative preventive methods.