Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tafsir Maudhu‘i sebagai Pendekatan Integratif dalam Studi Al-Qur’an Nazar Fadli
Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Kajian Interdisipliner Hukum dan Pemikiran Islam
Publisher : Pusat Studi Hukum Islam (PSHI) YPI Shafal 'Ulum Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/alqawanin.v2i1.07

Abstract

Artikel ini membahas tentang metode tafsir maudhu‘i sebagai salah satu pendekatan tafsir al-Qur’an yang paling relevan dalam merespons dinamika sosial, budaya, dan keilmuan kontemporer. Berbeda dengan metode tafsir tahlīlī yang memaknai ayat per ayat berdasarkan urutan mushaf, tafsir maudhu‘i menelaah ayat-ayat al-Qur’an berdasarkan tema tertentu secara sistematik dan menyeluruh. Penelitian ini termasuk penelitian pustaka (library research) dan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Tulisan ini menguraikan pengertian dan akar etimologis tafsir maudhu‘i, menelusuri sejarah perkembangannya dari masa klasik hingga era modern, serta memaparkan karakteristik dan langkah-langkah metodologis yang menjadi fondasi kerjanya. Selain itu, artikel ini menyajikan praktik konkret tafsir maudhu‘i dengan studi kasus tematik tertentu, serta mengangkat dimensi epistemologisnya baik dari sisi kelebihan maupun tantangan yang dihadapi. Tafsir ini dinilai mampu mengintegrasikan teks wahyu dengan konteks sosial, menghubungkan nilai-nilai normatif dengan isu-isu aktual, serta menjadi medium integratif antara warisan tafsir klasik dan ilmu-ilmu modern. Namun demikian, metode ini juga tidak lepas dari risiko: selektivitas ayat, bias ideologis, kehilangan kedalaman linguistik, dan penyederhanaan makna spiritual. Melalui pembahasan dan analisis yang mendalam, tulisan ini menyimpulkan bahwa tafsir maudhu‘i berpotensi besar menjadi model utama tafsir al-Qur’an masa depan khususnya dalam pendidikan Islam, dakwah digital, dan pengembangan epistemologi Qur’ani. Namun prospek ini hanya dapat diwujudkan jika metode ini dijalankan dengan kesadaran ilmiah, kompetensi metodologis, serta etika adab terhadap wahyu.