S.E.,M.M., CPA.,BKP, Dr. Agoestina Mappadang,
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Audit Berbasis Computer Assisted Audit Techniques (CAATs) Dalam Mendeteksi Transaksi Fiktif Manullang S.kom, Vita Amalia Sabrina; Prayitno, S.Ak, Aisyah Suci; S.E.,M.M., CPA.,BKP, Dr. Agoestina Mappadang,
Jurnal Mirai Management Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v10i2.9374

Abstract

Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan signifikan dalam proses audit, termasuk dalam upaya mendeteksi kecurangan seperti transaksi fiktif. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah penggunaan Computer Assisted Audit Techniques (CAATs), yaitu teknik audit berbantuan komputer yang memungkinkan auditor untuk melakukan pengujian data secara efisien, akurat, dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan CAATs dalam proses audit serta menilai efektivitasnya dalam mendeteksi transaksi fiktif pada laporan keuangan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur dari berbagai jurnal dan publikasi ilmiah terkait audit, teknologi informasi, dan fraud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAATs dapat membantu auditor dalam mengidentifikasi pola anomali, melakukan pengujian terhadap seluruh populasi data, serta mempercepat proses audit. Namun, keberhasilan implementasi CAATs dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kompetensi auditor, dukungan organisasi, serta kesiapan infrastruktur teknologi informasi. Selain itu, hambatan seperti resistensi terhadap teknologi, keterbatasan pelatihan, dan ancaman keamanan data juga menjadi tantangan tersendiri. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya transformasi digital dalam praktik audit serta peran strategis CAATs dalam meningkatkan kualitas pengawasan keuangan. Diharapkan hasil kajian ini dapat menjadi acuan bagi auditor dan organisasi dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi audit untuk mendeteksi dan mencegah transaksi fiktif secara efektif.