Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan kerja dan penguasaan teknologi informasi terhadap prestasi kerja karyawan. Transformasi digital menuntut organisasi untuk mengoptimalkan sumber daya manusia agar tetap kompetitif. Prestasi kerja, sebagai indikator utama kontribusi karyawan, dipengaruhi oleh faktor internal seperti kemampuan kerja (kapasitas individu) dan faktor eksternal seperti penguasaan teknologi informasi (kemampuan adaptasi digital). Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan eksplanatori dengan populasi 5.000 karyawan dan sampel sebanyak 550 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas), dan analisis regresi linier berganda.Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan instrumen penelitian layak digunakan. Uji asumsi klasik juga terpenuhi. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa Manajemen Talenta dan Perencanaan SDM secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Secara parsial, variabel Manajemen Talenta memiliki pengaruh yang lebih kuat dan signifikan (koefisien 0,953, Sig. 0,000) dibandingkan dengan variabel Perencanaan SDM (koefisien 0,216, Sig. 0,022). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,628 menunjukkan bahwa 62,8% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa manajemen talenta berperan sentral dalam meningkatkan kinerja karyawan, didukung oleh perencanaan SDM yang solid. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk memprioritaskan program manajemen talenta dan perencanaan SDM yang strategis guna meningkatkan daya saing di era digital.