Dzikir adalah ibadah yang sangat penting bagi manusia karena mencakup berbagai macam ibadah dan banyak manfaat, salah satunya adalah kebahagiaan. Dikatakan bahwa dzikir adalah ibadah yang harus dilakukan sesuai dengan kehendak Allah, tetapi banyak orang di zaman sekarang yang melakukannya dengan cara yang tidak sesuai dengan syari'at. Studi ini menjelaskan semua konsep yang ada dalam Al-Qur'an tentang dzikir, termasuk metode, waktu, keuntungan, dan konsekuensi bagi mereka yang meninggalkannya. Penelitian kepustakaan ini menghimpun buku-buku dan bahan tertulis lain yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dzikir, atau ibadah apa pun yang dilakukan untuk mengingat Allah dan mengharapkan pahala dari-Nya, dapat dianggap sebagai ibadah. Cara berdzikir adalah dengan berdzikir dengan hati, lisan, atau keduanya, dengan memahami artinya, tunduk, takut, dan tidak mengeraskan suara, dan mengamalkannya. Waktu untuk berdzikir kepada Allah disebut muṭlaq dan muqayyad. Manfaat berdzikir adalah; diingat oleh Allah, mendapatkan ampunan dan pahala yang besar, dijauhkan dari kemunkaran, menjadikan hati tenang, mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan, istiqamah dalam shalat dan berinfak, menjadikan hati sabar, diberikan kekuatan dan pertolongan. Akibat bagi yang meninggalkan dzikir adalah; disifati sebagai orang Munafik, seperti orang Musyrik yang keras hati, ditampakan kepadanya neraka Jahanam, kehidupan yang sempit, di hari kiamat menjadi buta, menjadi orang yang celaka dan sesat, Termasuk orang yang dzalim, mendapatkan azab yang pedih, termasuk golongan syaithan dan mendapatkan kerugian. Abstract Dhikr (remembrance of Allah) is a very important act of worship for humans because it encompasses various forms of worship and offers many benefits, one of which is happiness. It is said that dhikr is an act of worship that must be performed according to Allah's will, but many people today perform it in ways that do not comply with sharia. This study explains all the concepts in the Qur'an about dhikr, including the methods, times, benefits, and consequences for those who abandon it. This literature study compiles books and other written materials related to the topic discussed. The research findings show that dhikr, or any act of worship performed to remember Allah and seek His reward, can be considered worship. The methods of dhikr are to perform it with the heart, the tongue, or both, understanding its meaning, being humble, fearful, not raising the voice, and practicing it. The times for dhikr of Allah are referred to as muṭlaq (general) and muqayyad (specific). The benefits of dhikr are: being remembered by Allah, obtaining forgiveness and great rewards, being kept away from evil, making the heart calm, attaining success and happiness, being steadfast in prayer and giving charity, making the heart patient, being granted strength and help. The consequences for those who abandon dhikr are: being characterized as hypocrites, like polytheists with hard hearts, being shown Hellfire, having a constrained life, being blind on the Day of Judgment, becoming wretched and misguided, being among the oppressors, receiving a severe punishment, being among the followers of Satan, and incurring loss.