Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perilaku Vulva Hygiene Terhadap Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri (Literature Review) Indri Bakti Salsabila, Dinar; Munah , Fauzul
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i9.7004

Abstract

Keputihan merupakan salah satu gangguan Kesehatan reproduksi yang dialami oleh seorang Wanita. Menurut data WHO, prevalensi keputihan pada Wanita mencapai 75%. Keputihan dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengurangi kepercayaan diri seorang remaja. Perilaku vulva hygiene yang kurang baik menjadi salah satu pencetus terjadinya keputihan. Penulisan literature review ini bertujuan untuk mengetahui perilaku vuylva hygiene terhadap kejadian keputihan pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan sumber data Google Schoolar dan Portal Garuda dengan rentang waktu 2020-2024. Kata kunci yang digunakan yaitu “keputihan” , “flour albus”, “vulva hygiene”, “remaja putri”, “adolescent”. Berdasarkan hasil didapatkan bahwa perilaku vulva hygiene berhubungan dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Sehingga diharapkan bagi tenaga Kesehatan untuk memberika edukasi terkait vulva hygiene yang benar untuk meningkatkan kebiasaan vulva hygiene sehingga dapat menurunkan kejadian keputihan pada remaja putri.
The Effect Of Peer Peer Education On The Level Of Knowledge and Attitudes About Examination of Breast Self Examination in Adolescent Indri Bakti Salsabila, Dinar; Sri Hardjanti, Triana; Runjati
Napande: Jurnal Bidan Vol. 4 No. 2 (2025): October
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/njb.v4i2.4194

Abstract

Background: Early detection through Breast Self-Examination (BSE) is an easy and affordable preventive effort. Since peers strongly influence adolescents’ health behaviors, peer education is considered an effective way to increase their knowledge and attitudes toward BSE. Method: This study employs a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. The study included 42 female adolescents, divided into 21 participants each in the intervention and control groups. The intervention group was given peer education, and the control group was only given a leaflet, then the group's knowledge and attitudes were measured before and after the intervention, and data were collected using a questionnaire. Sampling used simple random sampling based on inclusion criteria, namely 10th grade students, students who were present during the study, and willing to be respondents. Result: There were differences in the intervention group after being compared with the control group. The results showed that the average increase in knowledge in the intervention group was 5.05, while in the control group it was 3.52, with a p-value of 0.004 (<0.05). The average increase in attitude scores in the intervention group was 6.71 compared to 2.86 in the control group, with a p-value of 0.001 (<0.05). Conclusion: The health education intervention was effective in improving respondents' knowledge and attitudes compared to the non-intervention group. Therefore, it is recommended that similar health education programs be implemented more widely in the community and that further research be conducted to assess their long-term effectiveness.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Menstrual Hygiene pada Remaja Putri: The Relationship between Knowledge and Attitudes toward Menstrual Hygiene Behavior among Adolescent Girls Indri Bakti Salsabila, Dinar; Syifa Sofia Wibowo
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 9 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v9i1.4927

Abstract

Menstruation is a physiological process in women representing sexual reproductive maturity. In this cycle, personal hygiene focused on the genitalia (menstrual hygiene) is a crucial aspect. Poor menstrual hygiene can lead to genital tract infections, which may have long-term health impacts such as infertility and decreased quality of life. Lack of understanding regarding menstrual hygiene can also trigger reproductive health issues, including vaginal discharge, reproductive tract infections (RTIs), pelvic inflammatory disease (PID), and the risk of cervical cancer. Menstrual hygiene behavior is influenced by various factors, including individual knowledge and attitudes. Adequate knowledge and a positive attitude are essential foundations for consistent healthy practices. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes toward menstrual hygiene behavior among female adolescents. This research employed a descriptive-analytic method with a cross-sectional approach. The population consisted of first-year Midwifery Diploma students at Poltekkes Semarang, with a total sample of 118 respondents selected via total sampling. Data were collected using questionnaires distributed via Google Forms and analyzed using the Chi-Square statistical test. The respondents' age range was 17–19 years. Findings showed that 90.7% of respondents had previously received information about menstrual hygiene, with 26.3% obtaining it through social media. Furthermore, 72% of respondents possessed a high level of knowledge, and 57.6% exhibited a positive attitude toward menstrual hygiene. Bivariate analysis yielded a p-value of 0.000 ($p < 0.05$), indicating a significant relationship between knowledge and menstrual hygiene behavior, as well as a significant relationship between attitude and menstrual hygiene behavior among female adolescents. High knowledge of menstrual hygiene is associated with good hygiene behavior, and female adolescents with positive attitudes tend to practice better menstrual hygiene. These findings are expected to serve as a basis for educational institutions and healthcare providers to improve reproductive health, specifically regarding menstrual hygiene practices among adolescents and students.   Abstrak Menstruasi merupakan hal fisiologis yang akan dialami oleh perempuan yang merepresentasikan kematangan sistem reproduksi secara seksual. Dalam siklus ini, pemeliharaan kebersihan diri yang berfokus pada organ genetalia ketika menstruasi (menstrual hygiene) menjadi aspek yang sangat krusial. Perilaku menstrual hygiene yang kurang baik dapat menyebabkan infeksi organ genital. Infeksi pada saluran reproduksi dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan, seperti risiko kemandulan yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Kurangnya pemahaman menstrual hygiene juga dapat memunculkan gangguan kesehatan reproduksi seperti keputihan, infeksi saluran reproduksi, penyakit radang panggul dan kemungkinan terjadi kanker leher rahim. Perilaku menstrual hygiene seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan dan sikap individu. Pengetahuan yang memadai mengenai menstruasi dan kebersihan menstruasi menjadi dasar penting dalam membentuk perilaku yang sehat. Selain pengetahuan, sikap juga berperan penting dalam menentukan perilaku menstrual hygiene. Sikap positif terhadap kebersihan menstruasi akan mendorong individu untuk menerapkan praktik menstrual hygiene yang baik secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku menstrual hygiene pada remaja putri. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan   deskriptif   analitik   dengan   pendekatan cross-sectional dengan sampel mahasiswa tingkat satu DIII Kebidanan Semarang Poltekkes Semarang. Pengambilan sampel dengan total sampling sehingga didapatkan sebanyak 118 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner dalam bentuk link google form. Analisis data yang digunakan menggunakan uji statistik chi square. Penelitian ini didapatkan bahwa rentang usia responden 17 tahun – 19 tahun, 90,7% responden sudah pernah mendapatkan informasi mengenai menstrual hygiene dan 26,3% mendapatkan informasi melalui media sosial. Berdasarkan hasil penelitian 72% responden memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai menstrual hygiene dan 57,6% memiliki sikap yang positif tentang menstrual hygiene. Berdasarkan hasil uji bivariat didapatkan nilai p-value 0,000 (<0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku menstrual hygiene dan terdapat hubungan antara sikap terhadap perilaku menstrual hygiene remaja putri. Pengetahuan menstrual hygiene yang tinggi berhubungan dengan perilaku menstrual hygiene yang baik dan remaja putri dengan kategori sikap positif memiliki perilaku menstrual hygiene yang baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi institusi pendidikan dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesehatan reproduksi, khususnya terkait praktik menstrual hygiene pada remaja dan mahasiswa.