Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Kain Perca Melalui Pelatihan Pembuatan Aksesoris Untuk Meningkatkan Keterampilan dan Ekonomi Masyarakat di Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Pangandaran Salma, Devika; Jannah, Dinah Khurinatul; Chusna, Faichatul; Nurlaila, Fathul; Fitrotunningsih, Fitrotunningsih; Amalya, Hasa; Romadon, Jaka; Azizah, Marifatul; Arwani, Nijar; Riyanti, Siyam; Hawari, Widzar Agung
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 7 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i7.3073

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selain terfokus pada pengabdian dan pengembangan kemampuan masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting dalam keberlangsungan lingkungan. Salah satu cara untuk menerapkan konsep ekoteologi yakni dengan memanfaatkan penggunaan limbah kain perca dari konveksi sebagai langkah kecil yang bijaksana guna mengurangi polusi. Program pengabdian ini dilaksanakan di Desa Paledah, Kecamatan Padaherang dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat melalui pelatihan pembuatan aksesoris dari kain perca, sehingga limbah konveksi dapat dimanfaatkan diolah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi yang sebelumnya limbah tersebut tidak terkelola dengan baik. Metode pelaksanaan program ini mencakup penyuluhan atau sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah, pelatihan pembuatan aksesoris, serta pendampingan kreatif untuk memberdayakan masyarakat dalam menciptakan produk kreatif dengan desain yang menarik. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif agar masyarakat dapat berkontribusi secara langsung dalam setiap langkah, dari pemilihan material, pembuatan pola, hingga proses perakitan produk. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa masyarakat setempat memiliki tingkat keterlibatan dan semangat yang cukup baik. Para peserta mampu menciptakan berbagai produk aksesoris dengan berbagai desain yang menarik dan memiliki peluang untuk dipasarkan. Selain itu, program ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah konveksi. Dengan demikian, program ini selain memberikan keuntungan bagi lingkungan juga dapat menciptakan kesempatan untuk pemberdayaan ekonomi melalui produk kerajinan sebagai sumber penghasilan tambahan.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM ZAKAT PRODUKTIF BAZNAS UNTUK MUSTAHIK GOLONGAN MISKIN: TELAAH PROSES SELEKSI DAN PENYALURAN Romadon, Jaka; Rohmah, Mayang Fatuh; Arwani, Nijar; Fadilla, Nurul
Journal Of Sharia Banking Vol 6, No 2 (2025): Journal Of Sharia Banking
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/jsb.v6i2.17849

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi program zakat produktif BAZNAS Kota Banjar dengan fokus pada proses seleksi dan mekanisme penyaluran kepada mustahik golongan miskin. Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan meningkatkan efektivitas zakat produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, telaah dokumen, dan observasi lapangan untuk memahami pola seleksi mustahik serta prosedur pendistribusian dana modal usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses seleksi mengutamakan validasi administrasi melalui sinkronisasi data BAZNAS dan OPD, termasuk persyaratan SKTM dan rekomendasi instansi terkait, sehingga memastikan ketepatan sasaran. Penyaluran modal dilakukan secara masal menggunakan akad hibah dengan nominal seragam Rp1.000.000 per mustahik, yang pada awal 2025 diberikan kepada 1.625 pelaku UMKM dengan usaha kecil yang beragam. Namun, tidak ditemukan adanya pendampingan pasca penyaluran sehingga potensi keberlanjutan usaha mustahik belum sepenuhnya terpantau. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mekanisme seleksi dan penyaluran telah berjalan sistematis, efektivitas pemberdayaan mustahik dapat ditingkatkan melalui penguatan monitoring dan pendampingan usaha.