Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Petani Cabai melalui Inovasi Solar Drip Fertigation System Berbasis POC Morinda citrifolia L. di Desa Biting Kabupaten Jember Rizki, Ahmad Royhanur; Rahmawati, Rani Aprillia; Bulgis, Thania Malikal; Rahmadhani, Rizky; Firmansyah, Mohammad Rafi; Ayudha, Bagus Novan Tri; Yahya, Muhammad Akeyla; Khairada, Agrippin Parhabistma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 7 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i7.3154

Abstract

Program Mahasiswa Berdesa (PROMAHADESA) 2025 di Desa Biting, Kabupaten Jember, bertujuan memberdayakan petani cabai melalui penerapan Solar Drip Fertigation System yang dipadukan dengan Pupuk Organik Cair (POC) dari Morinda citrifolia L. Petani cabai menghadapi permasalahan kekeringan, ketergantungan pada pupuk kimia mahal, serta serangan Fusarium oxysporum. Program ini mengenalkan irigasi tetes bertenaga surya terintegrasi dengan POC mengkudu yang mudah ditemukan dan ramah lingkungan. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, perakitan alat, serta demplot. Hasil monitoring menunjukkan kebutuhan air pada tanaman dapat terpenuhi, suplai nutrisi tanaman terjaga, serta penurunan gejala kelayuan. Inovasi ini memberikan hasil yang baik, serta dapat mendukung pertanian berkelanjutan, dan memperkuat ketahanan lokal.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Desa Pace, Kabupaten Jember, berbasis inovasi pertanian dalam upaya peningkatan nilai tambah produk pisang Sa'diyah, Halimatus; Sari, Vega Kartika; Rusdiana, Riza Yuli; Hartatik, Sri; Hariyono, Kacung; Rahmawati, Rani Aprillia; Prasetyo, Suci Wulaningtyas
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38095

Abstract

Abstrak Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi  di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, menjadikan budidaya kopi sebagai kegiatan pertanian utama mereka, dengan budidaya pisang sebagai sumber pendapatan tambahan. Namun, kelompok ini menghadapi keterbatasan yang signifikan, seperti kurangnya akses terhadap bibit pisang berkualitas tinggi dan kurangnya inovasi dalam pengembangan produk berbasis pisang, yang mengurangi daya saing pasar mereka. Inisiatif keterlibatan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi kelompok tersebut melalui program pelatihan terstruktur yang berfokus pada teknik pengolahan pisang yang inovatif. Kegiatan tersebut meliputi presentasi edukatif dan praktik langsung, khususnya mengajarkan pembuatan “pisang coklat lumer” — keripik pisang yang dilapisi cokelat leleh. Pelatihan ini menggunakan varietas pisang lokal yaitu Kepok dan Sebulen, dipilih karena mudah diperoleh dan tekstur keripik yang renyah. Sebanyak 23 peserta mengikuti program ini. Hasil  evalusi menggunakan kuesioner menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam pembuatan dan pemasaran produk, termasuk wawasan tentang pendekatan pemasaran digital. Program ini berhasil memberdayakan anggota KWT Srikandi untuk menciptakan produk pisang bernilai lebih tinggi, berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan dan kewirausahaan di tingkat lokal. Kata kunci: inovasi produk; pisang; pemberdayaan; nilai tambah; wirausaha Abstract The Srikandi Women Farmers Group (KWT) in Pace Village, Silo District, Jember Regency, engages in coffee cultivation as their main agricultural activity, with banana farming serving as a supplementary income source. However, the group encounters significant limitations, such as insufficient access to high-quality banana seedlings and a lack of innovation in banana-based product development, which reduces their market competitiveness. This community engagement initiative aimed to enhance the group’s economic capacity through a structured training program focused on innovative banana processing techniques. The activities included educational presentations and workshops, specifically teaching the preparation of “pisang coklat lumer” — banana chips coated with melted chocolate. The training utilized local banana varieties, including Kepok and Sebulen, chosen because they are easy to obtain and have a crispy chip texture. A total of 23 participants took part in the program. The outcome showed increased participant competence in both product-making and marketing, including insights into digital marketing approaches. This program successfully empowered members of KWT Srikandi to create higher-value banana products, contributing to sustainable economic development and entrepreneurship at the local level. Keywords: product innovation; banana; empowerment; value addition; entrepreneurship