Risnawati, Risnawati
Universitas Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DIGITAL DIVIDE DALAM PENERAPAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DI SEKOLAH NEGERI KOTA PEKANBARU Rambe, Sari Madani; Risnawati, Risnawati; Yeli, Salmaini
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i2.23989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi digital divide dalam implementasi pendekatan deep learning pada institusi pendidikan di Pekanbaru serta mengkaji implikasinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 10 (Reduced Inequalities). Latar belakang penelitian berangkat dari ketimpangan nyata antara sekolah maju yang mampu mengintegrasikan teknologi canggih secara menyeluruh dan sekolah berkembang yang masih terkendala infrastruktur, sumber daya manusia, serta dukungan sosial ekonomi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain comparative case study, melibatkan dua lembaga pendidikan yang kontras: SMPN 4 Pekanbaru sebagai representasi sekolah maju dan SMPN 50 Pekanbaru sebagai representasi sekolah berkembang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan kerangka Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahap kondensasi, display, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan dalam aspek infrastruktur, kompetensi tenaga pendidik, serta profil sosial ekonomi siswa yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Sekolah maju berhasil mengimplementasikan sistem pembelajaran adaptif dan berbasis analitik, sementara sekolah berkembang masih bergantung pada metode konvensional. Kesenjangan ini memperlebar jurang kualitas pendidikan, memperkuat stratifikasi sosial, serta berpotensi menciptakan sistem pendidikan dua jalur yang kontraproduktif terhadap visi kesetaraan pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.