This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Hartiti , Tri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Intervensi Edukasi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Praktik Pencegahan Penularan Tb : a Systematic Review Taliki, Verawaty; Ernawati, Ernawati; Hartiti , Tri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49351

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang menimbulkan morbiditas dan mortalitas tinggi, termasuk di Indonesia. Penanganan TB tidak cukup hanya melalui intervensi medis, tetapi juga memerlukan strategi edukatif yang dapat meningkatkan pengetahuan, sikap positif, dan praktik hidup sehat di kalangan masyarakat. Intervensi edukasi kesehatan menjadi salah satu strategi yang berperan penting dalam upaya pengendalian TB. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui pengaruh intervensi edukasi kesehatan terhadap pengetahuan sikap dan praktik pencegahan penularan TB. Studi ini merupakan systematic review yang diterapkan berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes (PRISMA). Database yang digunakan adalah Google Scholar, Proquest, Pubmed, Wiley online library, dan Sciene Direct dengan batas publikasi lima tahun terakhir (2020–2025). Kata kunci yang digunakan pada pencarian adalah “Health Education” AND “Knowledge, Attitudes And Practices” AND “Prevention TB Transmission”. 13 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis dalam tinjauan ini. Hasil sintesis menunjukkan bahwa berbagai bentuk intervensi edukasi, baik tatap muka, digital, maupun berbasis komunitas, secara signifikan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang TB. Disimpulkan intervensi edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan KAP terhadap pencegahan penularan TB. Intervensi Edukasi perlu diintegrasikan ke dalam program nasional pengendalian TB secara berkelanjutan, dengan memperhatikan kearifan lokal dan kebutuhan spesifik tiap komunitas.