p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners Abnauna
Kurniawati, Wiwin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Lingkungan Rumah dan Karakteristik Balita Terhadap Pneumonia pada Balita di Papua Pegunungan: Data SKI 2023 Kurniawati, Wiwin; Wulandari, Ririn Arminsih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50365

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang menjadi penyakit berbasis lingkungan yang ditularkan melalui udara (airborne disease), menjadi penyebab utama kedua morbiditas serta mortalitas pada balita di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi Pneumonia pada balita di Indonesia mencapai 15,0%, sementara Provinsi Papua Pegunungan mencapai 37,9% jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor karakteristik balita dan faktor lingkungan rumah terhadap kejadian Pneumonia. Studi cross sectional dengan data sekunder SKI 2023 yang melibatkan 664 balita dari 4.196 responden di Provinsi Papua Pegunungan. Variabel independen meliputi karakteristik balita (jenis kelamin, usia, berat badan lahir) dan faktor lingkungan rumah (jenis plafon, dinding, lantai, bahan bakar memasak, kebiasaan membakar sampah). Variabel dependen adalah kejadian Pneumonia pada balita. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square, serta multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan tiga faktor yang signifikan, yaitu penggunaan bahan bakar memasak yang tidak memenuhi syarat memiliki risiko 6,61 kali lebih besar untuk mengalami pneumonia, sementara kebiasaan membakar sampah berisiko 2,91 kali lebih tinggi terhadap kejadian Pnuemonia pada balita. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menyusun program komprehensif dalam menurunkan angka Pneumonia dan mengendalikan faktor lingkungan yang berperan terhadap kejadiannya.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMATIK DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INTEGRATED KELAS V MI TARBIYATUL HUDA Kurniawati, Wiwin
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v1i1.1887

Abstract

Model Pembelajaran Terpadu merupakan pendekatan yang menggabungkan beberapa mata pelajaran baik dari segi materi ajar, kecakapan hidup, dan segala hal yang berkaitan dengan konteks dunia nyata. Pembelajaran ini juga bervariasi dalam hal bakat, minat, atau kemampuan siswa. Dalam model ini guru harus menguasai pembelajaran yang mengacu pada suatu masalah atau proyek. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana penerapan model integrasi untuk kelas V Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Huda?, (2) Bagaimana penerapan model integrasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Huda?, (3) Bagaimana hasil belajar siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Huda?. Penelitian dalam tesis ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaboratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan observasi (observasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Penerapan model pembelajaran Terpadu dalam pembelajaran tematik kelas V subtema Pengaruh Panas Terhadap Kehidupan meliputi pembuatan penilaian yang mengacu pada 2 ranah yaitu berbasis proyek dan berbasis masalah . Yaitu dengan memberikan tugas penelitian dengan tema konduktor dan isolator. (2) Penerapan model pembelajaran Terpadu untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V MI Tarbiyatul Huda Banjardowo Jombang Pada siklus 1 berada pada kategori Praktek Lagi. Dan. Pada siklus 2 dikategorikan Cukup Baik. Sedangkan penilaian proses siklus I mencapai interval 2,0 hingga 2,76 dan siklus II mencapai interval 2,76 hingga 3,51. Terjadi peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. (3) Hasil belajar tematik dengan penerapan model pembelajaran Terpadu tergolong sangat baik. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari rata-rata pre-test dan post-test, dimana nilai pre-test 46,66% sedangkan nilai Post-test 93,33%. terjadi peningkatan yang sangat baik.