Pesatnya perkembangan UMKM di Indonesia, khususnya di sektor kuliner, membuat persaingan antar pelaku usahaoleh-oleh khas daerah semakin ketat. Salah satu bisnis yang berkembang di Bandung adalah Cheesecuit Bandung,sebuah brand dessert berbasis keju yang mulai dikenal luas melalui media sosial dan content marketing terkenal. Meskidemikian, masih rendahnya brand awareness menjadi tantangan dalam memperkuat brand image juga mendorongkeputusan pembelian konsumen. Merujuk fenomena yang terjadi, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sejauhmana pengaruh brand awareness dan brand image terhadap keputusan pembelian produk Cheesecuit Bandung, melaluibrand preference sebagai variabel mediasi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimanakesadaran merek dan citra merek memengaruhi keputusan pembelian konsumen, serta mengevaluasi peran brandpreference sebagai perantara dalam hubungan antar variabel tersebut. Studi ini memakai pendekatan kuantitatif,dengan melibatkan 385 responden. Teknik pengambilan sampel dalam studi ini menggunakan metode non-probabilitysampling dengan pendekatan purposive sampling. Pengumpulan informasi dilakukan secara online melaluipenyebaran kuesioner menggunakan Google Form. Analisis data dilakukan dengan metode Structural EquationModeling (SEM) berbasis pendekatan Partial Least Squares (PLS) dengan menggunakan perangkat lunak SmartPLSversi 4.0.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa brand awareness dan brand image memiliki pengaruh positif dansignifikan terhadaap brand preference maupun purchase decision. Selain itu, brand preference terbukti memediasisecara signifikan hubungan antara brand awareness dan brand image terhadap purchase decision. Temuan inimemperkuat pentingnya peningkatan kesadaran merek dan citra merek untuk mendorong preferensi konsumen yangberujung pada keputusann pembelian.Kata Kunci: Brand Awareness, Brand Image, Brand Preference, Purchase Decision, Bandung Cheesecuit